TRIBUNBATAM.id - Persaingan mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kepulauan Riau semakin menarik.
Namun sayangnya hingga semester pertama 2026, realisasi PAD di Kepulauan Riau masih di bawah 50 persen.
Pendapatan asli daerah menjadi mesin uang di tengah merosotnya dana transfer ke daerah.
Tidak heran jika saat ini pemerintah daerah terus menggenjot potensi daerah untuk menambah pundi-pundi pemasukan daerah.
Realisasi PAD di Kepri bisa dilihat di tabel di bawah ini:
| Daerah | Target PAD (Rp) | Realisasi (Rp) | Persen |
|---|---|---|---|
| Pemprov Kepri | 1.844,25 M | 433,06 M | 23.48 |
| Natuna | 123,4 M | 12,56 M | 10,18 |
| Kep. Anambas | 53,31 M | 10,43 M | 19.57 |
| Karimun | 467,65 M | 150,32 M | 32.14 |
| Batam | 2.581,77 M | 786,23 M | 30.45 |
| Tanjungpinang | 293,97 M | 44,75 M | 15.22 |
| Lingga | 175,33 M | 7,24 M | 4.13 |
| Bintan | 380,91 M | 101,38 M | 26.62 |
Kota Batam menempati PAD terbesar di Kepulauan Riau. Hingga semester pertama 2026, realisasi PAD Batam sebesar Rp 786,23 Miliar.
Bahkan angka ini jauh lebih besar ketimbang PAD Pemprov Kepulauan Riau.
Kota dengan luas sekitar 1.034,73 km⊃2;, ini digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan fasilitas free trade zone.
Realisasi PAD Batam disumbang oleh :
Inilah urutan daerah dengan PAD terbesar di Kepri
Karimun menempati peringkat teratas dalam kinerja pencapaian target PAD 2026.
Hingga Juni, realisasi PAD Karimun sebesar Rp 150,32 miliar atau 32,14 persen dari target Rp 467,65 miliar.
Capaian ini lebih tinggi dari Batam dengan realisasi 30,45 persen.
Sumbangan terbesar PAD Karimun berasal dari pajak daerah yakni Rp 122 miliar atau 34,39 persen.
Inilah urutan realisasi dari target
(*)