Kirim Chat Mesum, Mahasiswa Unnes Semarang Digeruduk Massa. Dituntut Minta Maaf
rika irawati June 18, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diduga menjadi pelaku pelecehan seksual.

Korban merupakan penyedia layanan jasa titip (jastip).

Kasus ini pun viral di media sosial hingga memicu gerakan solidaritas yang menuntut pelaku meminta maaf.

Rabu (17/6/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku meminta maaf secara terbuka di kawasan Simpang Tujuh kampus Unnes Semarang.

Permintaan maaf ini dihadiri ratusan mahasiswa Unnes yang geram dengan ulah pelaku.

"Dari hati nurani, saya minta maaf banget."

"Saya menyesali perbuatan saya kali ini."

"Saya tidak akan mengulangi lagi," janji pelaku berinisial MFA, terduga pelaku, dihadapan ratusan massa.

Pelecehan Lewat WA

Dugaan pelecehan seksual itu mencuat setelah percakapan terduga pelaku dengan korban tersebar di media sosial X.

Baca juga: Gaya Hidup Mahasiswa Unnes Dongkrak Bisnis Buket, Tren Hadiah Bergeser ke Konsep Estetik

Korban yang merupakan perempuan penyedia layanan jastip mendapat WA dari MFA.

Dalam percakapan yang viral itu, pelaku awalnya menghubungi korban untuk menanyakan layanan jastip.

"Kaa open jastip ga?" tanya pelaku.

Korban kemudian menjawab bahwa layanan jastip yang dikelolanya telah tutup.

Namun, pelaku tak menghentikan niatnya menggunakan layanan jastip.

Pelaku justru melanjutkan mengirim pesan yang membuat korban risih karena terkait seksualitas.

"Kakaknya hyper ga?"

"Maaf ya kalau kurang sopan. Kakaknya pernah hb?" tulis pelaku dalam pesan lanjutan.

Istilah "hb" tersebut diduga merujuk pada hubungan badan.

Sontak, pesan mesum ini memicu emosi warganet.

Banyak pihak menilai, pertanyaan tersebut merupakan bentuk pelecehan seksual verbal yang tidak pantas disampaikan kepada orang yang tidak memiliki hubungan pribadi dengan pelaku.

"Pelaku ini awalnya nge-chat ke driver jastip. Dia nanya masih open jastip tidak, dijawab korban sudah close."

"Lalu, pelaku ini tanya-tanya yang menjurus ke hubungan badan ke korban," kata seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Perbincangan mengenai kasus tersebut kemudian meluas di media sosial.

Akun komunitas mahasiswa Unnes di platform X turut mengunggah informasi terkait dugaan pelecehan tersebut.

Dalam salah satu unggahan disebutkan bahwa terduga pelaku akan bertemu langsung dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Unggahan lain memperlihatkan sejumlah akun media sosial mengajak korban lain yang mungkin pernah mengalami perlakuan serupa untuk menyampaikan pengalamannya.

Bahkan, muncul dugaan bahwa tindakan tersebut bukan kali pertama dilakukan terduga pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di kawasan Simpang Tujuh Kampus Unnes.

Kabar ini langsung membuat ratusan mahasiswa kampus setempat mendatangi lokasi.

Mereka ingin mendengar langsung permintaan maaf pelaku.

Dalam video yang beredar, terlihat massa mengepung terduga pelaku yang merupakan mahasiswa di kampus tersebut.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Semarang Terus Berlanjut, Soroti MBG dan Masuknya TNI ke Ranah Sipil

Situasi sempat tidak kondusif hingga membuat polisi turun tangan dan menenangkan massa.

Setelah menyampaikan permintaan maaf, pelaku kemudian diamankan satuan pengamanan (satpam) kampus sebelum akhirnya diserahkan ke polisi dan dibawa ke Polrestabes Semarang.

Pihak Kampus Masih Mendalami

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Humas Unnes, Rachmat Petuguran mengatakan, pihak kampus masih melakukan penelusuran dan pengumpulan informasi terkait peristiwa tersebut.

"Sejauh ini, kami masih menggali informasi terkait kejadian semalam dengan pihak-pihak terkait," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.