TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta akan menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi pada Jumat (19/6/2026) besok.
Acara tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-499 Kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni.
Adapun acara puncak akan berlangsung di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) dan diperkirakan dihadiri sekitar 20 ribu jemaah.
Kegiatan bertema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global” itu digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang selama ini berperan besar dalam dakwah, pendidikan keagamaan, hingga pembangunan sosial masyarakat Jakarta.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Cyril Raoul Hakim mengatakan, Haul Akbar menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para ulama dan habaib yang telah mewariskan nilai-nilai harmoni, toleransi, dan kebersamaan bagi masyarakat Jakarta.
“Haul Akbar ini adalah momentum sakral untuk menghormati jasa para ulama dan habaib yang telah meletakkan fondasi harmoni keagamaan dan kebersamaan di Jakarta.
Dengan tema yang diusung, kita ingin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan transformasi menuju kota global harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur spiritualitas dan kearifan lokal Betawi,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (18/6/2026).
Sebelum puncak acara, rangkaian kegiatan diawali dengan penyusunan Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi yang dilakukan PPPIJ Jakarta Islamic Centre.
Dalam buku tersebut berhasil didokumentasikan sebanyak 176 tokoh ulama dan habaib Betawi yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kehidupan keagamaan di Jakarta.
Penyusunan direktori tersebut bukan hanya sekadar pendataan sejarah, melainkan bentuk penghargaan terhadap para tokoh agama yang telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat.
“Melalui penyusunan buku direktori ini kita tidak hanya mendokumentasikan sejarah, tetapi juga memberikan apresiasi atas kontribusi intelektual dan sosial para tokoh agama yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat dan masyarakat. Ini adalah warisan berharga yang harus kita lestarikan bersama,” ujarnya.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan akan dimulai sejak pagi melalui Gerakan Bersih-Bersih Masjid dan Musholla yang berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 4.443 masjid dan 6.657 musholla di seluruh Jakarta yang dikoordinasikan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta.
Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan ziarah ke makam para ulama dan habaib Betawi di berbagai wilayah Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi di Cipinang Muara usai menunaikan salat Jumat di Masjid Al Marzuqiyah. Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno akan berziarah ke makam Guru Mughni di Kuningan.
Tak hanya itu, para wali kota, bupati, camat, dan lurah juga akan melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama Betawi yang tersebar di 137 lokasi.
“Gerakan bersih-bersih masjid dan musholla serta ziarah ke makam para ulama dan habaib mencerminkan semangat gotong royong dan penghormatan yang tulus dari seluruh elemen masyarakat Jakarta,” kata politikus PDIP yang akrab disapa Chico Hakim ini.
Menjelang sore, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Khotmul Quran di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta yang melibatkan 60 santri dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.
Sementara puncak Haul Akbar akan digelar mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB di Plaza Selatan Monas.
Acara tersebut akan diisi penampilan religi dari Alma Esbeye, lantunan sholawat bersama Habib Syech Solo dan tim hadroh, tausiyah, dzikir, tahlil, doa bersama, serta sambutan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang hadir mengenakan pakaian bernuansa putih dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Haul Akbar ini sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap ulama dan habaib Betawi serta upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan budaya lokal di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.