Harga Pertamax Naik hingga Rp16.250, Picu Gelombang Protes Mahasiswa
Tribun-video June 18, 2026 12:11 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM -Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi atau Pertamax Series naik per 10 Juni 2026. Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.Pertamina Patra Niaga yang menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax series memastikan penetapan harga sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penjelasan penetapan dan penyesuaian harga BBM non subsidi ini sejalan dengan informasi yang telah disampaikan pemerintah bahwa Pertamax series merupakan BBM non subsidi yang harga jualnya mengikuti perkembangan parameter pasar sesuai formula yang berlaku. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar ditetapkan pemerintah tidak ada perubahan.“BBM non subsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi”, ujar Roberth.Roberth menjelaskan, evaluasi harga BBM non subsidi dilakukan secara berkala. “Pada prinsipnya, harga BBM non-subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.Di tengah kondisi dan dinamika global dimana harga minyak dunia beranjak naik dampak kondisi geopolitik, Pemerintah senantiasa menjaga harga BBM non subsidi jenis Pertamax series selalu stabil dengan tidak mengalami kenaikan.Penyesuaian harga yang dilakukan pada bulan Juni untuk BBM jenis Pertamax mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri. Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50 persen dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian. Picu Protes dan Demonstrasi Kenaikan harga BBM menjadi salah satu fokus tuntutan utama saat BEM Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah mahasiswa lainnya menggelar demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) lalu.Selain kenaikan harga BBM non subsidi, tuntutan lain yang ditujukan kepada pemerintah adalah:1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). 3. Menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.4. Menghentikan militerisme di ranah sipil. 5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.(Tribun-Video.com)Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pertamina: Penetapan Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Harga Pasar, https://www.tribunnews.com/bisnis/7843503/pertamina-penetapan-harga-bbm-nonsubsidi-mengikuti-harga-pasar.Penulis: SanusiEditor: Choirul ArifinEditor Videeo:VP Magang Dwi Sulistyo WatiUploader : Wening Cahya Mahardika#infoterkini #breakingnews #tribunvideo #foryoupage #BBM#Pertamax#Pertamax series