TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) melaksanakan aksi penanaman 2.500 pohon jati dan mahoni di Dusun Bonto Lempangan, Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulsel, Kamis (18/6/2026) pagi.
Aksi tanam pohon ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Program ini menjadi bagian dari Pelindo Group dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Aksi tanam pohon ini dipimpin Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar.
Turut hadir Camat Tanralili Sudarmin, Kepala Desa Purnakarya Nurdiana, serta masyarakat dan jajaran PJM.
Mereka tampak turun ke lokasi dan menanam bibit pohon di area yang telah disiapkan bersama warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.
Tubagus Patrick, mengatakan aksi ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo Group dalam mendukung pelestarian lingkungan.
“Ini sebenarnya rangkaian dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kebetulan di Pelindo Group, kami menanam sekitar 20 ribu pohon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pelindo Jasa Maritim menanam sekitar 2.500 pohon di Kabupaten Maros.
Jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut adalah jati dan mahoni.
“Jadi pohon yang ditanam hari ini itu jati dan mahoni,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam upaya memperbaiki kondisi lingkungan.
Ia menyampaikan aksi tersebut diharapkan berdampak jangka panjang dan dapat ditiru perusahaan lain.
Hal ini juga diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Ini salah satu wujud Pelindo memperbaiki lingkungan. Dampaknya mungkin pelan, tapi harapan kami bisa diikuti oleh perusahaan lain, tidak hanya Pelindo,” katanya.
Ia berharap program ini melibatkan lebih banyak pihak, termasuk perusahaan di bawah naungan Danantara, BUMN lain, dan sektor swasta.
Upaya ini ditujukan untuk memperkuat pelestarian lingkungan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan program sekali jalan, melainkan agenda rutin tahunan.
Tahun sebelumnya, aksi serupa dilaksanakan di Kabupaten Gowa, dan ke depan akan menyasar berbagai daerah lain secara bertahap.
“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Tahun lalu di Gowa, tahun ini di Maros, dan ke depan akan menyasar 24 kabupaten/kota secara bertahap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi penanaman dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan.
Terutama pada wilayah yang membutuhkan penghijauan kembali atau lahan terbuka yang kurang produktif.
“Tahun depan kemungkinan kembali di Gowa, tapi tetap akan dilakukan survei lokasi terlebih dahulu. Yang jelas area yang gundul atau kosong akan menjadi prioritas,” pungkasnya.
Camat Tanralili, Sudarmin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pelindo Jasa Maritim atas pelaksanaan aksi penanaman 2.500 pohon di Maros.
Ia menilai langkah tersebut memberi dampak positif bagi upaya penghijauan di daerahnya.
Terlebih memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Sudarmin menilai keterlibatan berbagai pihak dalam aksi penanaman pohon ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Ia juga berharap aksi serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh kabupaten di wilayah berjuluk Butta Salewangang.
Sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Pelindo Jasa Maritim atas kepedulian terhadap lingkungan di Tanralili. Ini sangat membantu upaya penghijauan di wilayah kami,” ujar Sudarmin.
Diketahui, PT PJM merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang terbentuk setelah merger empat BUMN kepelabuhanan.
Yakni PT Pelindo I, II, III, dan IV (Persero) pada 1 Oktober 2021.
PJM berfokus pada layanan maritim dengan berbagai lini bisnis strategis yang mendukung operasional pelabuhan dan transportasi laut nasional.