Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Rekaman CCTV mengungkap ciri-ciri terduga pelaku pencurian sepeda motor Yamaha NMax milik seorang petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Solo, di Solo, Jawa Tengah.
Pelaku terekam mengenakan jaket hitam, celana jeans panjang, helm abu-abu, serta sarung tangan saat beraksi membawa kabur kendaraan korban.
Peristiwa dugaan pencurian tersebut terjadi di area parkir depan Rutan Klas IA Solo pada Selasa (16/6/2026) sore, sekitar pukul 15.41 WIB.
Informasi kejadian pertama kali beredar melalui grup WhatsApp pada Rabu (17/6/2026).
Dalam unggahan tersebut, pengirim pesan meminta bantuan masyarakat untuk mengenali kendaraan maupun terduga pelaku yang terekam kamera pengawas.
"Tolong pantauannya lurr kalau tau orang ini, kronologi mencuri montor NMax di depan Rutan Surakarta," tulis keterangan pengunggah.
Baca juga: Residivis Pelaku Pencurian Beraksi 26 Kali di Solo Raya, Menyebar dari Kartasura hingga Klaten
Unggahan itu juga disertai sejumlah foto dan potongan video CCTV yang merekam detik-detik dugaan pencurian.
Dalam video terlihat seorang pria dengan ciri-ciri mengenakan celana jeans panjang, jaket hitam, helm abu-abu, dan sarung tangan.
Pelaku kemudian diduga membawa kabur sepeda motor Yamaha NMax warna hitam bernomor polisi AD 5386 BNF.
Korban diketahui bernama Agung Bahtiar, seorang pegawai Rutan Klas IA Solo. Saat dikonfirmasi TribunSolo.com, ia membenarkan peristiwa tersebut.
Menurut Agung, saat kejadian dirinya sedang menjalankan tugas sehingga tidak berada di dekat kendaraannya.
"Itu kejadiannya Selasa sore kemarin, saya posisi bekerja dan kunci motor saya tertinggal di kendaraan," ungkap Agung melalui sambungan telepon.
Baca juga: Pencurian Motor di Sidowayah Klaten, Anak Korban Sempat Terbawa Maling Sejauh 1 Kilometer
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan kasus dugaan pencurian itu kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
"Kemarin malam sekitar pukul 21.00 WIB sudah langsung saya laporkan ke Polresta Surakarta," pungkasnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.