Kandang Ayam di Wates Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar
Rendy Nicko June 18, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dusun Pakisaji RT 002 RW 001 Desa Duwet Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri Rabu (17/6/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

Kandang ayam yang terbakar diketahui dikelola oleh Fajrul Falah, warga Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Api dengan cepat membesar karena sebagian besar konstruksi kandang terbuat dari kayu dan bambu serta menggunakan alas gabah kering yang mudah terbakar.

Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh salah satu pekerja kandang bernama Karjito.

Baca juga: Ternyata Dela dan Pelaku Janjian di Persawahan Nganjuk, Sempat Numpang ke Truk Seusai Melukai

Saat itu, Karjito bersama dua pekerja lainnya sempat meninggalkan area kandang untuk makan di mess yang berada di depan kandang.

"Sekitar pukul 19.15 WIB saksi keluar dari mess untuk mengontrol kandang dan mendapati api muncul dari bagian tengah kandang. Kemudian meminta bantuan pekerja lain dan warga sekitar untuk melakukan pemadaman," jelas Agus, Kamis (18/6/2026).

Menurut hasil keterangan para saksi, sebelum ditinggalkan untuk makan, kondisi kandang masih dalam proses pemanasan menggunakan tong arang yang biasa digunakan sebagai pemanas ruangan kandang.

Api diduga berasal dari area lantai dua kandang yang menjadi lokasi peletakan pemanas jenis tong arang tersebut.

"Dari keterangan saksi, api semula berasal dari tengah kandang tepatnya di lantai dua atau tempat pemanas ruangan jenis tong arang diletakkan," tambahnya.

Karena material bangunan yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kandang dan sulit dikendalikan oleh pekerja maupun warga sekitar.

Mendapat laporan kejadian, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung menuju lokasi. Tim berangkat pukul 19.30 WIB dan tiba sekitar pukul 19.50 WIB.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan proses pemadaman melibatkan satu unit armada Damkar Pos Ngadiluwih dengan enam personel.

Selain itu, pemadaman juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Kediri dengan enam personel tambahan.

"Melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan satu unit armada Pos Ngadiluwih dengan jumlah anggota enam personel dan dua unit mobil Damkar Kota Kediri dengan jumlah personel enam," terang Kaleb.

Petugas berjibaku memadamkan api hampir 3 jam. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB, meski proses penanganan di lokasi berlangsung hingga menjelang tengah malam.

Kaleb menyebut proses pemadaman berjalan sesuai prosedur dan tidak ditemukan korban dalam kejadian tersebut.

"Api berhasil dipadamkan sesuai prosedur," ujarnya.

Baca juga: Viral Sebaran Paku di Jalan Kalidawir Tulungagung, Sejumlah Pengendara Alami Ban Bocor

Berdasarkan pendataan petugas, nilai kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 2 miliar. Sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai sekitar Rp 100 juta.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh pemanas kandang berbahan tong arang yang menyala tanpa pengawasan. Pengelola kandang maupun mitra usaha juga menerima bahwa sumber api berasal dari alat pemanas tersebut.

Petugas kepolisian dari Polsek Wates, SPKT Polres Kediri, Unit Identifikasi Polres Kediri, perangkat Desa Duwet, serta tim pemadam kebakaran telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan saksi, dan dokumentasi guna memastikan penyebab kebakaran.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.