Diskusi Budiman Cs di UGM Ricuh, PDIP: Sejak Awal Berpotensi Menimbulkan Gesekan
Theresia Felisiani June 18, 2026 02:19 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menilai kericuhan dalam diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dapat dihindari jika kegiatan tersebut digelar dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi politik yang ada.

Deddy mengatakan, secara etika dan dalam kondisi normal, kejadian tersebut patut disayangkan. 

Namun, ia menilai situasi saat ini yang diwarnai meningkatnya keresahan dan gerakan mahasiswa membuat potensi terjadinya gesekan sulit dihindari.

"Dalam kondisi normal dan secara etis, kejadian itu patut disayangkan terjadi. Tetapi kalau kita bicara konteks dimana akumulasi kemarahan dan gerakan mahasiswa sedang memuncak, kejadian itu sulit dihindarkan," kata Deddy kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, persoalan utama bukan hanya terkait aksi mahasiswa, tetapi juga pemilihan tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan yang dinilai kurang mempertimbangkan dinamika yang berkembang.

Deddy menilai, kegiatan yang berkaitan dengan penyampaian pesan pemerintah seharusnya dilakukan pada waktu yang lebih tepat agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa memicu ketegangan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sebaiknya dilakukan ketika kondisi sudah lebih kondusif untuk merespons berbagai aspirasi mahasiswa.

"Jadi jelas-jelas kegiatan ini sejak awal berpotensi menimbulkan gesekan," ujar Anggota Komisi II DPR RI ini.

Baca juga: Diskusi UGM Ricuh, Gerindra: Kritik Harus Berbasis Data, Jangan Fitnah

Deddy juga menyinggung sosok Budiman Sudjatmiko yang hadir dalam acara tersebut. 

Menurut dia, posisi Budiman saat ini sudah berbeda dibandingkan ketika masih aktif dalam gerakan mahasiswa.

Ia menilai Budiman sudah lama meninggalkan dunia pergerakan setelah terjun ke dunia politik dan berada dalam lingkaran pemerintahan.

"Jadi menurut saya, Budiman dan para mahasiswa punya jarak dan tembok pemisah yang cukup jauh dan tinggi. Bahkan cenderung berbeda secara diametral," ucapnya. 

Menurut Deddy, perbedaan posisi tersebut kemudian tercermin dalam aksi protes mahasiswa saat diskusi berlangsung.

Ia menilai situasi tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila kegiatan dilaksanakan pada tempat atau waktu yang berbeda.

Baca juga: Fadli Zon Tanggapi Kericuhan Diskusi di UGM yang Menghadirkan Menteri Prabowo

Deddy juga mempertanyakan bagaimana respons Budiman apabila berada dalam posisi mahasiswa yang melakukan kritik seperti saat ini.

Menurut dia, Budiman tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai mantan aktivis karena telah memiliki posisi politik yang berbeda setelah masuk ke dalam kekuasaan.

Ia menilai perubahan posisi tersebut turut memengaruhi cara pandang Budiman dalam melihat berbagai persoalan politik saat ini.

"Dia tidak bisa lagi berpikir romantik dan nostalgik seolah punya deposito abadi sebagai aktivis. Dia sudah menjadi bagian dari kekuasaan, cenderung menikmati dan telah mengubah cara pikir serta posisinya," ungkapnya. 

"Sepertinya dia tidak sadar itu karena posisinya sebagai mantan aktivis adalah satu-satunya nilai tukar yang dia pakai untuk berada di lingkar kekuasaan," tutur Deddy menambahkan. 

Sebelumnya, aksi mahasiswa mewarnai jalannya diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Diskusi tersebut dihadiri Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

DISKUSI UGM RICUH - Tiga orang pejabat yang mengikuti diskusi dievakuasi saat diskusi UGM Senin (15/6/2026) berujung ricuh. Sempat terjadi aksi dorong dan kejar-kejaran antara mahasiswa dan pejabat. Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko bersuara soal ini.
DISKUSI UGM RICUH - Tiga orang pejabat yang mengikuti diskusi dievakuasi saat diskusi UGM Senin (15/6/2026) berujung ricuh. Sempat terjadi aksi dorong dan kejar-kejaran antara mahasiswa dan pejabat. Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko bersuara soal ini. (HO/IST/kolase/INSTAGRAM)

Kericuhan bermula ketika Budiman Sudjatmiko sedang menyampaikan pandangannya di atas panggung. 

Sekelompok mahasiswa kemudian masuk dan menginterupsi jalannya acara menggunakan pengeras suara.

Massa aksi juga membentangkan spanduk serta menyampaikan protes secara terbuka di dalam arena diskusi.

"Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat Reformasi," teriak salah seorang peserta aksi.

Teriakan serupa kemudian disusul oleh peserta lain yang mendesak para pejabat meninggalkan lokasi acara.

Melihat hal tersebut tampak Budiman tertawa, termasuk Sudaryanto.

"SPPG ini adalah Satuan Penjilat Prabowo Gibran, orang-orang ini pergi dari sini," ujar seorang peserta aksi yang sempat mengambil mikrofon dari pembawa acara.

Situasi kemudian semakin memanas setelah aksi diwarnai sejumlah teriakan dari peserta. Aparat keamanan yang berada di lokasi akhirnya melakukan evakuasi terhadap tiga pejabat dari arena diskusi untuk menghindari kondisi yang semakin tidak kondusif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.