BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), meningkatkan jumlah penerima bantuan perlengkapan sekolah pada tahun 2026. Sebanyak 60 pelajar dari jenjang TK hingga SMA menerima bantuan yang bersumber dari dana desa sebagai upaya mendukung akses pendidikan dan mencegah anak putus sekolah.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangka Kota, Suhar, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada dua kategori penerima, yakni siswa berprestasi dan siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam menempuh pendidikan.
“Untuk penerima itu ada dua kategori, yang pertama yang berprestasi di tiap-tiap sekolah, ada juga yang kurang mampu,” kata Suhar kepada Bangkapos.com, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan jenjang pendidikan penerima. Untuk siswa TK dan SD, paket bantuan berupa seragam sekolah, tas, celana, dan kaus kaki. Sementara siswa SMP dan SMA menerima bantuan berupa tas dan seragam sekolah karena biaya pengadaan seragam pada jenjang tersebut lebih tinggi.
Suhar menjelaskan program bantuan pendidikan tersebut dibiayai melalui dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat. Pada tahun 2025, jumlah penerima bantuan ditetapkan sebanyak 50 orang. Namun pada tahun 2026 pemerintah desa menambah kuota menjadi 60 penerima atau meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025 ditetapkan sebanyak 50 penerima, untuk 2026 kami tingkatkan menjadi 60 orang penerima dari jenjang TK, SD, SMP sampai SMA,” jelas Suhar.
Peningkatan jumlah penerima menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam mendukung sektor pendidikan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan di berbagai sektor, Pemerintah Desa Bangka Kota tetap mempertahankan bahkan memperkuat program bantuan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan karena pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di desa.
Lebih lanjut, Suhar menegaskan tujuan utama program tersebut adalah memastikan tidak ada anak di Desa Bangka Kota yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Pemerintah desa ingin seluruh anak dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang menengah atas sebagai bekal menghadapi masa depan. Dukungan terhadap pendidikan akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan desa pada tahun-tahun mendatang.
“Jangan sampai ada warga kami, anak-anak kami yang putus sekolah. Minimal anak-anak di Desa Bangka Kota bisa menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah menengah atas,” sebutnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, terutama bagi warga yang kurang mampu. Kebutuhan perlengkapan sekolah yang cukup besar kerap menjadi tantangan bagi sebagian orang tua saat memasuki tahun ajaran baru. Karena itu, pemerintah desa berupaya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak.
“Harapan kami dari pemerintah desa, bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak yang menerima, khususnya bagi yang kurang mampu,” ucap Suhar. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)