Karhutla di Sumsel Capai 305,4 Hektare, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terluas
Yandi Triansyah June 18, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 dilaporkan telah mencapai 305,4 hektare. 

Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, Kabupaten Muara Enim, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi tiga wilayah dengan luasan kebakaran terbesar.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengungkapkan bahwa ketiga daerah tersebut masing-masing mencatat angka kebakaran di atas 50 hektare.

"Total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari hingga Mei 2026 berdasarkan analisis citra satelit mencapai 305,4 hektare. Mayoritas karhutla terjadi di lahan mineral, sementara kebakaran di lahan gambut sejauh ini hanya ditemukan di Kabupaten Muara Enim," ujar Ferdian, Kamis (18/6/2026) kepada Sripoku.com

Ferdian menjelaskan, dari total lahan yang terbakar, hanya 1,1 hektare yang merupakan lahan gambut dan seluruhnya berada di Kabupaten Muara Enim. Sementara sisanya, yakni 304,3 hektare, terjadi di lahan mineral.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, karhutla sepanjang tahun ini tercatat terjadi di 12 kabupaten dan kota di Sumsel.

Selain tiga daerah dengan luasan terbesar, karhutla juga terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seluas 36,4 hektare. Kemudian Kabupaten Ogan Ilir dan OKU Selatan masing-masing seluas 27,5 hektare, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 23,1 hektare.

Selanjutnya, Kabupaten Banyuasin tercatat mengalami karhutla seluas 9,4 hektare, Kabupaten Lahat 6 hektare, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 5,9 hektare, Kota Prabumulih 4,8 hektare, dan Kabupaten OKU Timur 1,9 hektare.

Sementara itu, lima daerah di Sumsel belum tercatat mengalami karhutla sepanjang Januari hingga Mei 2026. Kelima daerah tersebut yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.

“Data luas karhutla tahun 2026 ini masih bersifat rekapitulasi sementara dan dapat berubah sesuai hasil pembaruan data,” kata Ferdian.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir, luas karhutla tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan 2024 dan 2025. Pada Januari-Mei 2024, luas karhutla di Sumsel tercatat 184,1 hektare, sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 hanya 43,1 hektare.

Meski demikian, angka karhutla tahun ini masih jauh lebih rendah dibandingkan periode 2022 dan 2023 yang sempat mengalami kebakaran cukup besar. Pada Januari-Mei 2023, luas karhutla mencapai 1.046 hektare, sedangkan pada 2022 mencapai 1.977 hektare.

Adapun pada 2021 luas karhutla tercatat 93,8 hektare, tahun 2020 mencapai 626,7 hektare, dan tahun 2019 seluas 245,4 hektare.

Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait terus meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau guna menekan potensi terjadinya karhutla yang lebih luas di Sumatera Selatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.