TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Puluhan naskah kuno ditemukan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Naskah-naskah kuno ini diharapkan bisa menyingkap sejarah di Cilacap.
Keberadaan naskah-naskah tersebut diketahui setelah DInas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Cilacap melakukan penelusuran.
Proyek ini dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Perpustakaan Nasional pada tahun 2026.
Tim Arpusda Cilacap kemudian bergerak menyusuri desa-desa untuk mengidentifikasi keberadaan naskah kuno yang selama ini tersimpan di masyarakat.
Dari 18 kecamatan yang telah didatangi, sedikitnya 35 naskah kuno berhasil ditemukan dengan berbagai bentuk media penyimpanan yang mencerminkan kekayaan warisan budaya masa lampau.
Naskah-naskah tersebut tersimpan dalam berbagai bahan, mulai dari kertas, logam, daun lontar hingga media tradisional lainnya yang masih terjaga keberadaannya.
Baca juga: Tanggul 150 Meter Diperbaiki, Desa Miskin Ekstrem di Cilacap Kini Mandiri
Isi naskah juga menunjukkan keberagaman budaya yang pernah berkembang di Cilacap karena ditulis menggunakan bahasa Arab, aksara Jawa, hingga tulisan berbahasa Belanda.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Cilacap, Ahmad Fauzi mengatakan, penemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengungkap berbagai cerita sejarah yang selama ini belum terdokumentasikan secara lengkap.
"Alhamdulillah tahun ini kami mendapat dukungan DAK Nonfisik dari Perpustakaan Nasional sehingga proses penelusuran bisa dilakukan lebih intensif dan berhasil menemukan sekitar 35 naskah kuno dari berbagai wilayah," katanya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Fauzi, temuan tersebut mengindikasikan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki keragaman sejarah dan budaya yang masih tersimpan di tengah masyarakat.
"Dari bentuk media maupun bahasa yang digunakan, kita bisa melihat bahwa warisan budaya di Cilacap sangat beragam dan memiliki nilai penting untuk ditelusuri lebih lanjut," ujarnya.
Saat ini, seluruh naskah yang ditemukan masih berada pada tahap identifikasi dan verifikasi sebelum dilaporkan kepada Perpustakaan Nasional untuk dilakukan kajian lebih mendalam.
Fauzi menjelaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan isi maupun makna keseluruhan naskah karena sebagian besar menggunakan bahasa dan aksara kuno yang memerlukan penelitian khusus.
"Nanti setelah diverifikasi oleh Perpustakaan Nasional, baru akan diketahui lebih jelas kandungan, makna, serta nilai sejarah yang tersimpan di dalam naskah-naskah tersebut," jelasnya.
Baca juga: Rangkaian Kegiatan Festival Nelayan Cilacap 2026, Siap Sambut Wisatawan
Ia menuturkan, kemungkinan isi naskah berkaitan dengan sejarah Cilacap, penyebaran agama, tradisi masyarakat, hingga peristiwa yang memiliki keterkaitan dengan sejarah nasional maupun internasional.
Penelusuran naskah kuno itu dilakukan secara kolaboratif bersama unsur kebudayaan, komunitas sejarah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah agar proses identifikasi berlangsung lebih komprehensif.
Beberapa wilayah yang telah ditemukan memiliki naskah kuno antara lain Kecamatan Jeruklegi, Gandrungmangu, Karangpucung, dan sejumlah daerah lain yang masih terus ditelusuri.
Di lapangan, tim juga menemukan fakta bahwa sebagian pemilik naskah menganggap benda tersebut sebagai warisan keluarga yang bersifat pribadi sehingga keberadaannya jarang diketahui publik.
"Banyak masyarakat yang menyimpan naskah sebagai peninggalan leluhur sehingga kami menghormati kepemilikan mereka, namun setidaknya keberadaan naskah itu kini sudah dapat teridentifikasi," ungkap Fauzi.
Baca juga: Sentil Warga Hobi Menghujat Pertamax Naik, Ini Pesan Ketua DPRD Cilacap
Ia menilai potensi penemuan naskah kuno di Cilacap masih sangat besar karena penelusuran baru dilakukan pada sebagian kecil desa dari total 269 desa yang ada di wilayah tersebut.
"Ini baru sampel dari beberapa desa sehingga peluang menemukan naskah kuno lainnya masih sangat terbuka apabila masyarakat ikut memberikan informasi kepada kami,” katanya.
Selain menginventarisasi naskah kuno, Arpusda Cilacap juga berencana memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara penyimpanan yang benar agar kondisi naskah tetap terjaga.
"Kami melihat masih ada naskah yang disimpan di tempat lembab sehingga ke depan akan dilakukan pembinaan agar penyimpanannya lebih baik dan koleksi tersebut tetap awet untuk generasi mendatang," katanya. (*)