TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di tengah demo mahasiswa mengkritik pemerintah, lima mahasiswa dari peruguruan tinggi berbeda menemani Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kunjungan kerja ke Ende, Nusa Tenggara Timur.
Satu di antaranya, mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mereka diajak Gibran melakukan kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua, untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Terkait mahasiswa yang ikut rombongan presiden itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed Purwokerto menegaskan, mahasiswa dalam rombongan wapres tersebut bukan perwakilan mereka.
Bahkan, Presiden BEM Unsoed Azza Febra Pramudika mengatakan, pihaknya baru mengetahui informasi adanya mahasiswa Unsoed Purwokerto dalam rombongan kerja wapres.
Baca juga: Kawal Uang Negara, BEM UMP Buka Posko Aduan MBG dan KDMP
Meski begitu, Azza membenarkan, mahasiswa yang ikut rombongan kerja wapres adalah mahasiswa Unsoed Purwokerto.
"Itu memang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman."
"Tetapi kalau terkait keberangkatannya bersama Wapres, sama sekali tidak terkoordinasi dengan BEM."
"Bahkan, kami justru baru mengetahui informasi itu sekitar 10 menit yang lalu bahwa ternyata ada mahasiswa Unsoed yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut," kata Azza saat dikonfirmasi Tribunbanyumas.com, Kamis (18/6/2026).
Ia mengaku, hingga saat ini masih berupaya mencari informasi lebih lanjut terkait latar belakang keterlibatan mahasiswa tersebut
dalam kunjungan kerja bersama Wakil Presiden.
"Saya sendiri juga belum mengetahui secara pasti."
"Saat ini, kami sedang mencari informasi apakah memang yang bersangkutan memiliki akses tertentu berkomunikasi dengan Pak Gibran atau bagaimana."
"Yang jelas, secara kelembagaan, BEM tidak mengetahui adanya keberangkatan tersebut," ujarnya.
Azza menegaskan, mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut bukan merupakan pengurus maupun bagian dari BEM Unsoed.
"Ini cukup aneh bagi kami. Lima orang itu bukan anak BEM."
"Bahkan, dari Fakultas Hukum sendiri juga tidak ada yang mengetahui soal keberangkatan tersebut."
"Sepengetahuan kami, selain sebagai duta kampus, yang bersangkutan juga tidak memiliki jabatan strategis di lembaga kemahasiswaan lain," jelasnya.
Baca juga: Aliansi BEM Banyumas Raya Susun Kekuatan Siap Turun ke Jalan, Soroti Harga BBM Hingga Rupiah Melemah
Terkait langkah yang akan diambil, Azza mengatakan, BEM Unsoed akan menelusuri seluruh informasi yang ada.
"Pastinya, kami akan mencari tahu informasi secara lengkap terlebih dahulu."
"Kami ingin mengetahui apakah memang ada akses komunikasi tertentu antara pihak-pihak tersebut dengan Universitas Jenderal Soedirman."
"Kami juga akan menanyakan hal ini kepada Rektor Unsoed, apakah ada keterkaitan atau koordinasi tertentu, atau sebenarnya seperti apa prosesnya," katanya.
Azza juga menegaskan, BEM Unsoed selama ini tidak pernah menerima ataupun menjalin koordinasi dengan pihak kekuasaan.
"Yang jelas, BEM mahasiswa, tidak pernah menerima ajakan, tidak pernah terkoordinasi, bahkan tidak terkoneksi dengan pihak-pihak kekuasaan."
"Apabila memang ada ajakan-ajakan seperti itu, kami sudah jelas akan menolaknya," tegas Azza.
Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi menjaga independensi gerakan mahasiswa.
"Kalau kami diajak, kami pasti menolak."
"Karena komitmen kami adalah tidak menerima kompromi politik dengan pihak kekuasaan," tegasnya.
Sementara itu, Universitas Jenderal Soedirman membenarkan bahwa mahasiswa yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja Wakil Presiden tersebut merupakan mahasiswa aktif Unsoed.
Jubir Unsoed, Dian Bestari mengatakan, mahasiswa tersebut bernama Rapid Bena Matin.
"Nama mahasiswa adalah Rapid Bena Matin, Fakultas Hukum angkatan 2023."
"Dan yang bersangkutan adalah Duta Kampus Unsoed 2026. Keikutsertaannya mewakili lembaga (kampus)," katanya.
Baca juga: Bawa Spanduk Gemoy Bebal, Mahasiswa Banyumas Bakar Ban Jam 15.46
Diketahui, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menyempurnakan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Gibran mengatakan, pemerintah berkomitmen terus memperbaiki pelaksanaan kedua program tersebut.
Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang selama ini menyampaikan aspirasi dan masukan secara damai terhadap berbagai program pemerintah.
Menurut Gibran, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu memastikan pelaksanaan program berjalan lebih baik sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.
Pemerintah juga ingin menjaga kepercayaan publik dengan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara dalam pelaksanaan berbagai program prioritas.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi lima mahasiswa dari berbagai kampus, yakni Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia. (*)