Tekan Emisi, Pemda DIY Uji Coba Gerobak Sampah Listrik dan Gelar Uji Emisi Kendaraan Dinas
Joko Widiyarso June 18, 2026 04:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadikan momentum puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi krisis perubahan iklim.

Selain menyelenggarakan uji emisi untuk ratusan kendaraan dinas, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY juga meluncurkan uji coba penggunaan moda angkut ramah lingkungan berupa gerobak sampah berenergi listrik.

Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di tingkat Pemda DIY telah diisi dengan serangkaian kegiatan edukatif dan pelestarian alam sejak awal Juni.

Rangkaian tersebut meliputi pemutaran film edukasi "Menolak Punah", gotong royong pembersihan lingkungan, hingga penanaman mangrove di Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo.

Kusno menegaskan, acara puncak ini bukan sekadar perayaan belaka, melainkan sebuah seruan untuk mengutamakan aksi pelestarian lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.

"Hal ini tentu ini menjadi bagian yang sangat penting. Jadi untuk acara ini tidak hanya seremonial belaka, namun ini menjadi bagian untuk kita menyadarkan kembali bagi kita dan masyarakat bahwa kita harus menjaga lingkungan ini. Isu yang utama adalah terkait dengan perubahan iklim. Nah, bagaimana untuk perubahan iklim ini kita jaga bareng-bareng, ya dengan kita berupaya tadi untuk, ya salah satunya adalah kita menjaga lingkungan ini tetap bersih, sehat, dan lestari," urai Kusno di Kompleks Kepatihan, Kamis (18/6/2026).

Sebagai langkah nyata komitmen pemerintah, DLHK DIY menggelar uji emisi massal yang menyasar secara spesifik pada kendaraan operasional pemerintah daerah. Hasil dari uji emisi ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi kelayakan kendaraan dinas di lingkungan Pemda DIY.

"Nah, apa yang dilakukan oleh Pemerintah DIY, ini kita dengan hari ini kita juga ada uji emisi bagi kendaraan-kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Kita menguji hari ini kurang lebih di 80 kendaraan roda empat dan 80 kendaraan roda dua, yang masih kita utamakan adalah kendaraan-kendaraan dinas pada saat ini. Nanti kita bisa menyampaikan ke pimpinan untuk melaporkan bahwa kendaraan kita kondisinya seperti ini terkait dengan emisi dari kendaraan," papar Kusno merinci langkah pemerintah.

Selain aksi pengurangan emisi, pada acara puncak tersebut juga diserahkan berbagai penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berprestasi dalam menjaga lingkungan. Yogyakarta patut berbangga setelah salah satu warganya dianugerahi penghargaan Kalpataru tingkat nasional untuk kategori perintis. Selain itu, apresiasi juga diberikan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) berperingkat hijau dan biru kepada pihak swasta, serta penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat daerah.

Inovasi Gerobak Sampah Listrik yang Efisien

Terobosan paling menarik perhatian dalam acara ini adalah pendistribusian inovasi gerobak sampah bertenaga listrik berkapasitas 1 kilowatt (kW). Pada tahap pilot project, sebanyak dua unit gerobak dihibahkan masing-masing untuk Bagian Umum Sekretariat Daerah DIY dan Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta.

Kusno menjelaskan secara mendetail mengenai keunggulan operasional dan spesifikasi gerobak listrik tersebut dibandingkan gerobak bermotor konvensional, terutama dari segi penekanan biaya operasional dan batas keamanan laju kendaraan.

"Kalau kelebihan dari gerobak sampah berenergi listrik ini, ya tentu yang pertama dari emisi ya, tentunya. Beralihnya dari BBM atau bensin kemudian ke energi listrik ini ada efisiensi kalau kita rupiahkan, ini bisa efisiensi sampai 90 persen. Jadi kalau misal kita beli BBM itu 100, nah dengan listrik ini hanya 10. Jadi efisiensinya luar biasa. Dan ini memang disetting untuk gerobak sampah berenergi listrik ini apa, tidak terlalu cepat ya. Karena memang untuk mengangkut sampah jangan sampai kalau cepat ya malah jatuh ya. Jadi memang disetting hanya kecepatannya 20 kilometer per jamnya. Kemudian kapasitasnya ini 250 kilogram," papar Kusno secara rinci.

Secara teknis ketahanan, Kusno menambahkan bahwa baterai gerobak sampah inovatif tersebut didesain agar mumpuni untuk operasional pengangkutan sampah harian.

"Kalau baterainya itu kekuatannya bisa menjalankan sepeda gerobak ini sampai 30 kilometer, satu isi full. Jadi satu isi full. Kemudian untuk full-nya, ngecasnya kurang lebih di 3 jam-an," imbuhnya.

Langkah konkret melalui program pembagian gerobak berenergi listrik ini diharapkan dapat diperluas secara bertahap demi mewujudkan Yogyakarta yang bebas emisi karbon.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.