Jangan Asal Menolong, Dokter Ortopedi RS Hermina Depok Ungkap Penanganan Tepat Korban Kecelakaan 
Hironimus Rama June 18, 2026 05:15 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Dokter Spesialis Ortopedi RS Hermina Depok, Endi Permana memberikan edukasi penting bagi masyarakat awam yang melihat kecelakaan di jalan raya, terutama jika korban diduga mengalami patah tulang. 

Ia menekankan agar masyarakat tidak sembarangan mengevakuasi atau menolong korban tanpa persiapan yang tepat.

​Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memindahkan korban ke pinggir jalan yang lebih aman secara hati-hati, kemudian segera menghubungi ambulans.

​"Yang ditakutkan, dengan penanganan yang tidak adekuat (sembarangan), justru akan menimbulkan cedera yang lebih parah dari kondisi pasien tersebut," kata Endi, Kamis (18/6/2026).

Untuk menangani pasien patah tulang akibat kecelakaan, Endi menekankan evakuasi harus dilakukan oleh tenaga medis yang mumpuni.

Selanjutnya, penanganan pasien korban kecelakaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus mengutamakan keselamatan nyawa di atas segalanya. 

Endi menjelaskan bahwa ketika menerima pasien ortopedi akibat kecelakaan, dokter tidak boleh langsung terfokus pada cedera fisik luar seperti patah tulang terbuka. 

Langkah paling awal dan krusial yang wajib dilakukan adalah memastikan kondisi pasien aman dengan menerapkan protokol Advanced Trauma Life Support (ATLS).

​"Kita harus memastikan fungsi dari Airway (jalan napas), Breathing (pernapasan), dan Circulation (sirkulasi) dari pasien tersebut dalam kondisi yang stabil dan tidak mengancam nyawa," ujarnya.

​Setelah kondisi ABC (Airway, Breathing, Circulation) dipastikan stabil, barulah tim medis dapat melanjutkan ke tata laksana khusus untuk menangani cedera pada anggota gerak atau ekstremitas pasien.

Sementara itu, Direktur RS Hermina Depok dr Lies Nugrohowati menjelaskan, memiliki konsep pelayanan IGD yang terintegrasi agar penanganan pasien bisa dilakukan secara lebih cepat melalui dua pilar.

IGD RS Hermina Depok didukung oleh dokter-dokter subspesialis yang selalu siap siaga selama 24 jam.

“Dilengkapi dengan peralatan medis seperti MRI, CT Scan, Cath Lab (pelayanan jantung/code STEMI), serta code stroke untuk penanganan stroke,” kata Lies.

Lies menambahkan, fasilitas penunjang lain seperti laboratorium, kamar operasi, kamar bersalin, dan kamar perawatan juga siap diakses 24 jam.

Bahkan, RS Hermina Depok menyediakan layanan berbasis aplikasi android yang diperuntukkan bagi pasien yang berada di rumah atau di mana pun yang membutuhkan bantuan darurat.

“Ketika tombol ditekan, aplikasi akan langsung tersambung ke Command Center khusus IGD,” ujarnya.

Melalui aplikasi, pasien atau pendamping dapat berkomunikasi langsung via video call dengan tenaga medis untuk melihat kondisi nyata pasien dan mendapatkan arahan terapi awal. 

“Jika diperlukan, pihak rumah sakit akan melakukan penjemputan secara gratis,” pungkasnya. (m38)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.