Harry Kane membawa tim nasional Inggris memulai langkah mereka dengan sempurna secara teknis saat menghadapi Kroasia dalam pertandingan pembuka Grup L malam ini.
Penyerang andalan Inggris itu mengantarkan timnya unggul 1-0 di Piala Dunia 2026, meskipun gagal pada percobaan pertamanya.
Tendangan penalti pertama Kane berhasil ditepis oleh kiper Kroasia, Dominik Livakovic, setelah percobaan yang relatif lemah dari sang kapten Inggris.
Pemain Bayern München tersebut telah mencetak hampir semua tendangan penaltinya untuk klub raksasa Jerman itu sejak bergabung pada tahun 2023, dengan hanya satu kegagalan. Satu-satunya kegagalan itu terjadi setelah timnya memastikan gelar juara Bundesliga, ketika bek lawan mengganggu titik penalti sebelum eksekusi dilakukan.
Mencetak gol dari penalti kedua dalam satu pertandingan jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan banyak orang. Saat menghadapi Wolfsburg pada awal Mei, Kane gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-36, dengan tembakannya meleset dari target.
Dalam laga pembuka melawan Kroasia malam ini, kegagalan awal Kane justru menambah tekanan untuk percobaan keduanya—sebuah situasi yang sering kali lebih menantang dari yang terlihat.
Sebuah tendangan penalti secara statistik bernilai sekitar 0,79xG, yang dianggap sebagai peluang emas. Namun, angka itu diyakini menurun ketika pemain yang sama kembali mengambil penalti kedua dalam satu pertandingan. Hal ini disebabkan oleh faktor psikologis—baik setelah kegagalan maupun keberhasilan pertama, kiper sudah mendapat informasi tambahan tentang kebiasaan penendang yang sebelumnya belum ia ketahui.
Bagi Kane, tekanan tersebut justru menghasilkan kecepatan bola yang luar biasa, membuat eksekusi keduanya—yang menjadi gol pertama Inggris malam itu—nyaris mustahil untuk diselamatkan.
Menurut teknologi Connected Ball di bola resmi pertandingan TRIONDA, tendangan penalti Kane mencapai kecepatan luar biasa 121,9 km/jam.
Kane kembali mencetak gol di kemudian hari melalui sundulan, membawa Inggris unggul untuk kedua kalinya dalam pertandingan tersebut.
Tim Tiga Singa sempat kebobolan lagi, namun gol dari Jude Bellingham dan Marcus Rashford di babak kedua memastikan kemenangan Inggris dalam laga pembuka Grup L mereka.