BANGKAPOS.COM--Malam Jumat menjadi salah satu waktu istimewa yang dinantikan umat Islam.
Selain dianjurkan memperbanyak ibadah, malam yang penuh keberkahan ini juga dipercaya sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Para ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa pada malam Jumat.
Momentum ini dianggap sebagai kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan dalam kehidupan.
Salah satu amalan yang banyak dibaca pada malam Jumat adalah dzikir yang berisi pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Rasulullah SAW.
Dzikir ini juga dikenal sebagai doa yang dianjurkan untuk diamalkan, termasuk oleh kaum wanita.
Disebutkan dalam berbagai kitab amalan bahwa jika dzikir tersebut dibaca sebanyak sepuluh kali, Allah SWT akan mencatat seribu kebaikan dan menghapus seribu keburukan dari catatan amal seseorang.
Dzikir Malam Jumat
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ يَا دَائِمَ الْفَضْلِ عَلَى الْبَرِيَّةِ، يَا بَاسِطَ الْيَدَيْنِ بِالْعَطِيَّةِ، يَا صَاحِبَ الْمَوَاهِبِ السَّنِيَّةِ، صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْوَرَى سَجِيَّةً، وَاغْفِرْ لِي يَا ذَا الْعُلَى فِي هَذِهِ الْعَشِيَّةِ
Latin
Allahumma yaa daaimal fadli 'alal bariyyah, yaa baasithal yadaini bil 'athiyyah, yaa shaahibal mawaahibis saniyyah, shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin khairil waraa sajiyyah, waghfir lii yaa dzal 'ulaa fii haadzihil 'asyiyyah.
Artinya
"Ya Allah, wahai Dzat yang langgeng anugerah-Nya kepada seluruh makhluk, wahai Dzat yang membentangkan kedua tangan-Nya dengan berbagai pemberian, wahai Dzat yang memiliki karunia-karunia yang luhur. Limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, manusia terbaik dalam akhlaknya. Ampunilah aku wahai Dzat Yang Maha Luhur pada malam ini."
Keistimewaan malam Jumat tidak lepas dari berbagai hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan adanya waktu mustajab untuk berdoa.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA disebutkan:
Tulisan Arab
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّيْ، يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Latin
Anna Rasulallahi shallallahu 'alaihi wasallam dzakara yaumal jumu'ah, faqala: fiihi saa'atun laa yuwaafiquhaa 'abdun muslimun wa huwa qaa'imun yushallii yas'alullaaha ta'aalaa syai'an illaa a'thaahu iyyaah.
Artinya
"Rasulullah SAW menyebut hari Jumat lalu bersabda, 'Pada hari itu terdapat satu waktu yang apabila seorang Muslim mendapatinya dalam keadaan beribadah dan memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan permintaannya'."
Hadis tersebut menjadi dasar mengapa umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan ibadah sejak malam Jumat hingga hari Jumat.
Selain dzikir di atas, terdapat doa yang juga sering diamalkan pada malam Jumat.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa doa ini memiliki keutamaan besar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.
Tulisan Arab
اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبّي لاَ اِلَهَ إِلَّا اَنْتَ خَلَقْتَنِي وَاَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ اَمَتِكَ وَفِي قَبْضَتِكَ وَنَاصِيَتِي بِيَدِكَ اَمْسَيْتُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ اَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ وَاَبُوءُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اَنْتَ
Latin
Allahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka wabnu amatika, wafii qabdhatika wa naashiyatii biyadika, amsaitu 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu biridhaaka min syarri maa shana'tu, abuu-u bini'matika wa abuu-u bidzunuubii faghfir lii dzunuubii innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam genggaman-Mu dan nasibku berada di tangan-Mu. Aku memasuki petang ini dengan berpegang pada perjanjian dan janji kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung dengan ridha-Mu dari keburukan yang telah aku lakukan. Aku mengakui segala nikmat yang Engkau berikan dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah dosa-dosaku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."
Malam Jumat menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar, membaca shalawat, berdoa, dan melakukan berbagai amalan kebaikan.
Selain sebagai bentuk ibadah, amalan-amalan tersebut juga menjadi sarana memohon perlindungan, keberkahan, serta ampunan dari Allah SWT.
Dengan memanfaatkan malam Jumat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, umat Muslim diharapkan dapat memperoleh keberkahan hidup, ketenangan hati, serta limpahan rahmat-Nya.
Semoga setiap doa yang dipanjatkan pada malam Jumat menjadi jalan datangnya kebaikan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.(*)
(Bangkapos.com/Zulkodri)