TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Minat generasi muda terhadap investasi aset kripto terus meningkat seiring perkembangan teknologi digital dan semakin mudahnya akses ke berbagai instrumen keuangan.
Di tengah tren tersebut, calon investor pemula diingatkan untuk tidak terburu-buru membeli aset kripto hanya karena mengikuti tren atau viral di media sosial. Pemahaman yang baik menjadi bekal utama sebelum mulai berinvestasi.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan investasi kripto tidak seharusnya dipandang sebagai cara cepat memperoleh keuntungan.
"Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peluang sekaligus risiko. Keputusan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi yang sedang viral," ujarnya.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami konsep aset kripto, teknologi blockchain, hingga faktor yang memengaruhi pergerakan pasar. Bekal pengetahuan tersebut membantu investor mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat.
Investor juga disarankan memiliki tujuan investasi yang jelas, baik untuk jangka panjang, diversifikasi portofolio, maupun sebagai bagian dari perencanaan keuangan pribadi sehingga strategi yang dipilih sesuai dengan profil risiko.
Karena memiliki volatilitas tinggi, investor perlu memahami risiko yang melekat pada aset kripto dan menghindari keputusan impulsif saat harga mengalami kenaikan maupun penurunan tajam.
Investasi sebaiknya dilakukan menggunakan dana yang telah dialokasikan khusus dan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun dana darurat agar kondisi keuangan tetap sehat.
Pemula juga perlu terus mengikuti perkembangan teknologi, regulasi, dan inovasi di industri aset digital agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.
Selain lima langkah tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari fear of missing out (FOMO) dan tidak mudah percaya pada informasi investasi yang belum terverifikasi.
Menurut Resna, keberhasilan investasi jangka panjang ditentukan oleh kedisiplinan, pemahaman terhadap risiko, dan kemauan untuk terus belajar, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.