- Sejumlah pengamat menyoroti gaya pidato Presiden Prabowo Subianto.
Faktor gaya komunikasi Prabowo dinilai tidak luput sebagai faktor yang membuat gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa terus meluas di berbagai wilayah Indonesia, antara lain:
Rabu, 10 Juni 2026 malam: Kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.
Kamis dan Jumat, 11 dan 12 Juni 2026: Jakarta (Wilayah Bundaran HI dan Gedung DPR), Makassar, dan Solo.
Sabtu, 13 Juni 2026: Pertigaan Gejayan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
Senin, 15 Juni 2026: Gedung DPR RI (Jakarta) dan Kantor Gubernur/DPRD Provinsi Lampung.
Selasa dan Rabu, 16 Juni 2026: Depan Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur di Surabaya
Branding 'Gemoy' Kikis Wibawa Prabowo
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyoroti fenomena gemoy justru mengikis kewibawaan mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu.
Gemoy merupakan bahasa gaul yang berasal dari kata gemas yang mulai menempel pada Prabowo saat kampanye Pilpres 2024.
Menurut Pangi, karakter Prabowo yang sebelumnya dikenal sebagai sosok intelektual dan gemar membaca buku, luntur akibat gaya komunikasi maupun branding tersebut.
Komunikasi Prabowo dianggap tidak merepresentasikan marwah seorang kepala negara.
"Sejak dia gemoy-gemoy itu saya lihat itu menghilangkan kewibawaannya sendiri," ungkap Pangi saat dihubungi Tribunnews, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, diksi, celetukan, hingga gaya seorang Presiden tidak bisa dianggap remeh,
"Bahkan kalaupun Presiden berbisik pun, itu bisa jadi sesuatu yang nggak biasa, yang nggak remeh-remeh gitu," tegas Pangi.
Ia bahkan berspekulasi soal kemungkinan Prabowo 'dijebak' oleh tim komunikasi internalnya sendiri, karena gaya pidato yang ditampilkan saat ini sangat bertolak belakang dengan karakter asli Prabowo yang tegas dan terukur.
Pidato Prabowo Tidak Terarah
Lebih lanjut, Pangi juga menilai berbagai pidato Prabowo yang terlalu 'liar' dan tidak terarah.
Ia mencontohkan pidato Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026) lalu.
Dalam penggalan pidatonya, Prabowo berpesan untuk mengabaikan pihak yang nyinyir.
Prabowo juga melihatkan mimik muka manyunnya sambil berucap "nyenye-nyenye".
(*)
https://www.tribunnews.com/nasional/7843676/branding-gemoy-hingga-gaya-pidato-prabowo-dinilai-mengikis-kewibawaan