Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026).
Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut akan disalurkan kepada sekitar 2.500 rumah tangga berpenghasilan rendah di 14 kecamatan.
Program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman itu ditujukan untuk membantu masyarakat memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan layak.
Koordinator Kabupaten Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa Timur wilayah Sampang, Iskandar Zulkarnain, mengatakan, saat ini program masih dalam tahap verifikasi lapangan untuk memastikan calon penerima sesuai kriteria.
Setiap penerima nantinya akan memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta.
Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sedangkan Rp2,5 juta untuk biaya upah tukang.
"Per penerima mendapatkan bantuan Rp20 juta yang terdiri dari Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang," ujarnya.
Baca juga: Verifikasi RTLH Dikebut, Pemkab Sumenep Siapkan Penyaluran Bersamaan dengan Program BSPS
Dengan skema tersebut, total anggaran Rp50 miliar diharapkan mampu mendorong percepatan pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Sampang sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
"Pelaksanaan pembangunan fisik ditargetkan mulai awal Agustus 2026, setelah proses verifikasi oleh tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) rampung," pungkasnya.