TRIBUNSTYLE.COM - Tak hanya mahasiswa, emak-emak pun turun ke jalan menggelar aksi demo di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (18/6/2026).
Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi long march dengan membawa 3 tuntutan utama.
Ke-3 tuntutan itu yakni mendesak evaluasi menyeluruh program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga kebutuhan pokok, dan penciptaan lapangan kerja.
Orator aksi sekaligus perwakilan Aliansi Perempuan Indonesia, Afifah (26), menilai kondisi ekonomi saat ini semakin memberatkan perempuan.
"Turunkan harga karena kita tahu bagaimana harga BBM dan juga segala harga yang naik sangat menyusahkan rakyat, utamanya perempuan. Jadi krisis negara itu dibebankan oleh rakyat dan perempuan salah satunya," ujar Afifah saat ditemui di sela-sela aksi.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM semakin memperburuk beban hidup masyarakat.
Baca juga: Tak Hanya Membara di Jakarta, Demo BBM Meledak di Medan Hari Ini, Jeritan Ojol: Pertamax Bikin Tekor
Selain itu, massa aksi juga menyoroti janji pemerintah terkait penciptaan sembilan belas juta lapangan kerja yang dinilai tidak terealisasi.
"Janji sembilan belas juta lapangan kerja itu sama sekali tidak terealisasi. Yang ada malahan angka PHK yang semakin meningkat dan informalitas pekerjaan," katanya.
Kondisi tersebut disebut semakin mempersempit peluang kerja yang layak, khususnya bagi perempuan.
Afifah juga menyoroti praktik pemagangan yang dianggap merugikan pekerja muda perempuan.
"Perusahaan itu menjadikan mereka hanya sebagai pemagang kawan-kawan," tambahnya.
Di tengah berbagai tuntutan tersebut, desakan paling keras diarahkan pada penghentian total program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Afifah menegaskan bahwa program tersebut sejak awal dinilai memiliki banyak persoalan mendasar.
Ia menyebut adanya dugaan kesalahan tata kelola hingga indikasi korupsi yang membuat program tersebut semakin dipersoalkan massa aksi.
"Program MBG sejak belum lahir itu sudah kesalahan. Sekarang pun dibarengi oleh korupsi dan tata kelola yang buruk," tegas Afifah.
Dalam aksinya, para emak-emak ini sempat diadang aparat di sejumlah titik, termasuk di kawasan Bundaran HI dan MH Thamrin-Kebon Sirih.
Baca juga: Siap-siap Jakarta Kembali Diguncang Demo Jumat 19 Juni 2026, Isu Besar: Turunkan Harga Sembako!
Dalam video yang beredar, emak-emak yang memakai atribut piyama dan daster serta membawa peralatan dapur seperti sutil dan sodet sempat terlibat aksi saling dorong dengan polisi.
Polwan yang ditugaskan mengamankan berusaha memblokade pergerakan massa yang kemudian dibalas dengan aksi saling dorong.
Meski demikian, mereka berhasil mencapai Bundaran HI sebelum melanjutkan long march menuju arah Istana Negara. (Tribun Style/Tribunnews/Alfarizy Ajie Fadhillah)