TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana, Papua Barat, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Kamis (18/6/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kaimana, Hasan Achmad, bersama Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami.
Dalam keterangannya, Rektor Intiyas Utami mengapresiasi kepercayaan Pemkab Kaimana menjadikan UKSW sebagai mitra pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Prinsipnya kami siap bekerja sama dengan Pemda Kaimana dalam menyiapkan kualitas SDM di daerah. Sejak 70 tahun berdiri, UKSW telah menghasilkan ribuan sarjana yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, UKSW kini tengah mengembangkan pendidikan vokasi di bidang teknologi informasi (IT) untuk mendukung pemerintahan berbasis digital.
Baca juga: Gandeng LP3, Pemkab Kaimana Gelar Pelatihan Kompetensi Pejabat Pengadaan
Selain itu, kampus juga menyiapkan tenaga terampil di sektor pariwisata, yang relevan dengan potensi Kaimana sebagai daerah wisata di Papua Barat.
Bupati Hasan Achmad menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut.
Menurutnya, meski Pemkab Kaimana menghadapi keterbatasan pembiayaan, peningkatan kualitas SDM tetap menjadi prioritas sesuai misi pemerintahan.
“Transformasi di segala bidang menuntut kita segera menyiapkan SDM Kaimana. Teknologi informatika masih sangat kurang, sehingga digitalisasi pelayanan baru ada di Dinas Kominfo.
Dengan kerja sama ini, digitalisasi bisa diterapkan di semua OPD untuk mempercepat layanan masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: DPD RI Terima Usulan Pembangunan SMK Pariwisata dan Revitalisasi Sekolah di Kaimana
Bupati juga berharap kerja sama ini membuka peluang bagi anak-anak Kaimana untuk menempuh pendidikan di UKSW, sehingga kelak mereka dapat menjadi motivator di wilayah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya dukungan teknologi dalam pengembangan potensi lokal, seperti pala, pisang, kelapa, dan ikan.
Koordinator kegiatan MoU dan PKS, Felix Jawi, yang juga Ketua Yayasan Bina Anak Papua Kaimana, menilai langkah Pemkab Kaimana sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Pendidikan adalah investasi penting bagi masa depan Kaimana, Papua Barat, bahkan Tanah Papua. Harapan saya, kualitas SDM anak-anak asli Kaimana hari ini lebih baik dari kemarin,” ujarnya.