Iran-AS Sah Damai! Kapan Harga Minyak Dunia Kembali Normal?
Desy Selviany June 18, 2026 08:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Meski Iran dan Amerika Serikat (AS) sudah menandatangani perdamaian, namun harga minyak hanya turun perlahan dan belum kembali ke harga semula seperti sebelum 28 Februari 2026.

Diketahui harga minyak melonjak tajam sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. 

Perang yang menimbulkan ketegangan di Selat Hormuz sebagai lintas distribusi minyak dunia membuat harga minyak melonjak dari 61 dolar per barel menjadi 72 dolar per barel.

Bahkan puncaknya harga minyak sempat menyentuh 78 dolar per barel pada Maret 2026.

Namun seiring perundingan perdamaian Iran dan AS harga minyak berangsur turun. 

Hingga pada tanda tangan perdamaian disepakati pada Kamis (18/6/2026) harga minyak mentah dunia berada di 74 dolar per barel atau turun 2,5 persen dibanding hari sebelumnya.

Namun harga tersebut bukan berarti sudah kembali sebelum perang pecah. 

Sebab harga minyak masih di atas 70 dolar per barel dari sebelumnya hanya 61 dolar per barel. 

Pihak Iran juga belum mengeluarkan langkah-langkah penarikan pasukan di Selat Hormuz. 

Para ahli memperingatkan bahwa pasar energi tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.

Proses pemulihan membutuhkan langkah-langkah keamanan, termasuk pembersihan ranjau laut.

Selain itu, pemulihan arus pelayaran di selat serta penyelesaian masalah asuransi juga akan memakan waktu. 

Terlebih, ada ratusan hingga ribuan kapal yang masih terhambat di Selat Hormuz.

Baca juga: Sah Damai! AS Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran

Pengamat memprediksi harga minyak dunia kembali normal seutuhnya pada kuartal ketiga 2026.

Kuartal 3 (sering disebut Q3 atau triwulan 3) adalah periode tiga bulan dalam satu tahun kalender, yang berlangsung dari 1 Juli hingga 30 September.

“Meski kapal kini memiliki jalur aman, tanker berada di posisi yang tidak tepat, fasilitas produksi dan kilang perlu kembali ke kapasitas penuh, dan persoalan biaya serta ketersediaan asuransi masih akan berlanjut,” tulis Neil Shearing, kepala ekonom Capital Economics, dalam catatan risetnya.

“Kami memperkirakan sekitar 80 persen arus energi akan kembali normal pada akhir kuartal ketiga,” tambahnya.

Neil Crosby, kepala riset di firma intelijen pasar Sparta Commodities, mengatakan pembukaan kembali selat hingga benar-benar lancar dapat memakan waktu delapan minggu atau lebih, tergantung pada kecepatan setiap tahapan dalam perdamaian tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.