Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengembangan industri porang di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan kemajuan.
Pemerintah Provinsi NTT memberikan perhatian serius terhadap penguatan komoditas bernilai ekonomi tersebut melalui pengembangan hilirisasi dan perluasan kemitraan dengan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda mengaku dirinya telah melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan chip porang di Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya.
"Pabrik dikelola Pak Beni Kurniawan menjadi salah satu pusat pengolahan porang yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor," kata Joaz Wanda, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Koptan Kompas Ruis Timur Manggarai Panen Porang hingga Ratusan Juta Rupiah
Joaz Wanda berkata, ia telah melihat langsung proses pengolahan porang menjadi chip yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah. Pabrik tersebut saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 4 ton chip porang per hari.
Menurut dia, kapasitas produksi tersebut menunjukkan kesiapan industri lokal dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk setengah jadi yang memiliki daya saing di pasar internasional.
"Keberadaan fasilitas pengolahan ini mendorong pertumbuhan sektor pertanian berbasis industri," ujarnya.
Salah satu pasar ekspor yang tengah disiapkan adalah Tiongkok. Pabrik di Waitabula menargetkan pengiriman chip porang sebanyak 30 ton setiap bulan. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari para petani.
Sebagai upaya menjamin ketersediaan bahan baku, kata dia, pengembangan tanaman porang dilakukan melalui pola kemitraan dengan kelompok tani. Saat ini, luas lahan kemitraan yang dikembangkan mencapai sekitar 600 hektare.
Dia menjelaskan, lahan budidaya tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumba Barat Daya, yakni Kecamatan Wewewa Tengah, Wewewa Timur, dan Wewewa Barat. Dengan kemitraan ini, petani memperoleh kesempatan lebih besar untuk terlibat langsung dalam rantai pasok industri porang.
Selain meningkatkan kepastian pasar bagi petani, kemitraan juga memperkuat keterkaitan antara kegiatan budidaya dan industri pengolahan hasil panen. Model ini dinilai mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku industri.
"Keberadaan pabrik chip porang di Waitabula ini menjadi salah satu langkah penting mendorong hilirisasi pertanian di Sumba Barat Daya," ujarnya.
Dia mengatakan, dengan pengolahan menjadi chip, porang tidak lagi hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sebelum dipasarkan ke luar daerah maupun ke pasar ekspor.
Joaz Wanda menyebut, komoditas porang NTT memiliki prospek cerah untuk terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor daerah.
Ia berharap agar penguatan koordinasi antara petani, pelaku usaha, dan pasar ekspor guna menjaga keberlanjutan pengembangan industri porang di wilayah tersebut. (fan)