Pasca Abrasi, Bupati dan BPBD Tinjau Penanganan di Desa Maras Bengkulu Selatan
Hendrik Budiman June 18, 2026 08:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Jalan di Desa Maras, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan yang terdampak abrasi akibat meningkatnya debit air sungai kini mulai mendapatkan penanganan.

Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, turun langsung ke lokasi untuk meninjau tindakan awal yang dilakukan guna mencegah abrasi semakin meluas.

Abrasi yang terjadi dikhawatirkan akan terus menggerus daratan hingga mengancam permukiman warga.

Selain itu, sejumlah fasilitas seperti tiang listrik dan rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga berpotensi terdampak apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani.

Sebagai upaya penanganan sementara, dilakukan pengerukan arus sungai untuk mengarahkan aliran air agar tidak terus menghantam tebing dan badan jalan yang berada di Desa Maras.

Pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, dua unit alat berat telah diterjunkan untuk melakukan pengerukan dan normalisasi alur sungai.

Bupati bersama tim BPBD bahkan turun langsung ke area sungai untuk melihat proses pengerukan yang sedang berlangsung.

Perjalanan menuju lokasi cukup menantang karena harus melewati medan berbatu dan aliran air menggunakan kendaraan roda empat.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran di Desa Talang Indah Bengkulu Selatan, Semua Usaha Laundry Hangus Terbakar

Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin mengatakan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII telah menurunkan dua unit alat berat guna melakukan sodetan atau pengalihan alur sungai.

“Namun kita sama-sama mengetahui bahwa kondisi ini sangat rentan karena aliran air sulit dikendalikan. Tindakan ini kami lakukan untuk menjawab kegelisahan warga di hilir yang terdampak banjir beberapa bulan lalu hingga menyebabkan jalan mengalami kerusakan cukup parah,” ujar Rifai saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (18/6/2026).

Menurut Rifai, dampak banjir tidak hanya menyebabkan abrasi di Desa Maras, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur lainnya.

Bahkan lantai Bendungan Air Nipis disebut mengalami kenaikan hingga sekitar satu meter, sementara beberapa rumah warga di bagian hilir kini terancam longsor.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan tidak hanya mengusulkan perbaikan bendungan, tetapi juga penanganan permanen untuk mengatasi abrasi yang selama ini mengancam Desa Maras.

“Saya harap pembangunan blok beton di sepanjang bibir sungai nantinya bisa dilakukan ini akan kita usulkan. Jika itu bisa direalisasikan, maka hantaman arus ke arah rumah warga dapat diminimalkan,” ungkapnya.

Bupati Minta Warga Tidak Panik

Dalam kesempatan tersebut, Rifai juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi yang terjadi saat ini. Ia memastikan pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan agar abrasi tidak semakin meluas.

Menurutnya, pengerukan alur sungai yang saat ini dilakukan merupakan solusi sementara untuk mengurangi tekanan arus yang mengarah ke kawasan permukiman warga.

Pengerukan dilakukan hingga ratusan meter dari titik abrasi yang mengancam Desa Maras.

“Saya meminta masyarakat tetap tenang. Saat ini alur sungai sudah mulai disodet dan dikeruk agar aliran air tidak lagi langsung menghantam lokasi abrasi. Mudah-mudahan langkah ini bisa mengurangi risiko yang ada,” katanya.

Usulan rehabilitasi pascabencana sebenarnya telah diajukan ke pemerintah pusat melalui BNPB.

Namun proses penganggaran masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat karena kebutuhan dana yang cukup besar.

Pada saat kejadian abrasi, dirinya mengaku langsung menghubungi dan menyurati pihak BWS Sumatera VII agar segera melakukan penanganan darurat. Respons cepat dari BWS membuat alat berat dapat segera diterjunkan ke lokasi.

“Alhamdulillah pihak BWS merespons dengan cepat dan kemarin sudah turun ke lokasi. Kita berharap nantinya melalui anggaran perubahan atau bantuan dari pemerintah pusat dapat dilakukan penanganan yang lebih permanen karena kebutuhan anggarannya memang tidak kecil jika ingin membangun perlindungan yang kuat dan tahan lama,” tutup Rifai.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama BPBD dan BWS Sumatera VII terus memantau perkembangan kondisi di Desa Maras serta berupaya mempercepat langkah penanganan agar abrasi tidak semakin mengancam keselamatan warga maupun infrastruktur di kawasan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.