Anggota DPRD DKI Ini Jagokan Belanda di Piala Dunia 2026, Hafal Lagu Suporter De Oranje
Wahyu Septiana June 18, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, mengaku tetap mengikuti perkembangan Piala Dunia 2026 meski Timnas Indonesia belum berhasil tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Politikus muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, tim yang dijagokannya pada gelaran Piala Dunia kali ini adalah Belanda.

Menurut Ghozi, kecintaannya terhadap De Oranje berangkat dari gaya permainan khas Belanda yang mengedepankan filosofi Total Football.

"Kalau untuk tim yang saya dukung di Piala Dunia tahun ini tentu Belanda. Saya menyukai filosofi Total Football yang selama ini menjadi identitas mereka. Permainan yang mengandalkan kekompakan dan koordinasi antarlini selalu menarik untuk disaksikan," kata Ghozi.

Selain menyukai gaya bermain Belanda, Ghozi juga memiliki pemain favorit di skuad asuhan Ronald Koeman, yakni Denzel Dumfries.

Ia menilai bek sayap Inter Milan itu memiliki kemampuan yang mampu memberikan warna berbeda dalam permainan tim.

Menurutnya, kecepatan, ketepatan umpan, hingga kemampuan melakukan penetrasi membuat Dumfries menjadi salah satu senjata penting Belanda, terutama dalam membantu lini serang.

"Saya suka melihat permainan Denzel Dumfries. Dia punya kecepatan, akurasi operan yang baik, dan mampu membuka ruang melalui pergerakannya. Kehadirannya sangat membantu pemain depan seperti Cody Gakpo," ujarnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi
Anggota DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Meski demikian, Ghozi mengakui dirinya belum sepenuhnya mengikuti seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 karena kesibukan aktivitas sehari-hari.

Kendati belum sempat menonton secara rutin, Ghozi mengaku sudah mempersiapkan diri sebagai pendukung Belanda. 

Ia bahkan telah memiliki jersey kandang dan tandang tim tersebut.

Hafal Lagu Suporter Belanda

Tak hanya itu, ia juga mengaku hafal lagu dukungan khas suporter Belanda berjudul Links Rechts yang menurutnya mampu membangkitkan semangat.

"Lagu itu bukan hanya memberi semangat saat mendukung Belanda, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari," ucapnya.

Ke depan, Ghozi berharap dapat meluangkan waktu untuk menonton pertandingan bersama keluarga, teman, maupun masyarakat melalui platform penyiaran resmi.

Saat ditanya mengenai momen Piala Dunia yang paling membekas dalam ingatannya, Ghozi menyebut final Piala Dunia 2010 antara Belanda melawan Spanyol sebagai salah satu laga paling berkesan.

Menurutnya, pertandingan tersebut berlangsung sengit dan mempertemukan dua tim dengan kualitas permainan yang sangat baik.

"Belanda sebenarnya memiliki skuad yang sangat kuat saat itu. Namun harus diakui Spanyol mampu memanfaatkan peluang dan membaca permainan dengan lebih baik," katanya.

Selain pertandingan final, Ghozi juga masih mengingat kemeriahan penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang menghadirkan atmosfer berbeda bagi pecinta sepak bola dunia.

Baginya, turnamen tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga terbesar di dunia dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

"Salah satu hal yang paling saya ingat adalah semarak Piala Dunia di Afrika Selatan. Atmosfernya luar biasa dan memperlihatkan bahwa pesta sepak bola dunia bisa dirasakan oleh semua kalangan," pungkasnya.

Potret Timnas Belanda di Euro 2024.
Potret Timnas Belanda. (Twitter @onsoranje)

Belanda di Piala Dunia

Di sisi lain, Belanda gagal mengawali kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan imbang Jepang pada laga pertama Grup F dengan skor 2-2, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Dikutip dari Tribunnews, hasil imbang tersebut sekaligus memutus kebiasaan manis yang selama ini dimiliki Belanda ketika memainkan laga pertama Piala Dunia.

Jika ditarik lebih jauh, tradisi kemenangan Belanda di laga pembuka sejatinya sudah terbentuk sejak Piala Dunia 1994.

Pada edisi tersebut, Belanda sukses mengawali turnamen dengan kemenangan hingga edisi 1998.

Tim Oranje memang sempat gagal lolos ke Piala Dunia 2002. Namun, tradisi itu berlanjut saat Belanda tampil lagi di Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014.

Mimpi buruk kembali menghampiri Belanda ketika mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

Akan tetapi, saat kembali hadir pada 2022, Tim Oranje tetap mampu menjaga tradisi dengan mengalahkan Senegal pada laga pembuka.

Dengan demikian, setiap kali Belanda lolos Piala Dunia sejak 1994, mereka selalu berhasil meraih kemenangan pada pertandingan pertama.

Barulah pada Piala Dunia 2026, catatan tersebut akhirnya terhenti setelah Jepang berhasil memaksa mereka berbagi angka.

Berita Lainnya

Baca juga: Skuad Juara Persija Jakarta 2018 Terancam Habis, Nasib Andritany Tinggal Menghitung Hari

Baca juga: TRANSFER Rebutan: Gerbong Juara Persib Mau Dibajak, Persija Terdepan Merebut Bisa Saingi Andritany

Baca juga: TRANSFER Cuci Gudang Persija: 4 Pemain Senior Angkat Kaki, Kontrak Andritany Tinggal Menghitung Hari

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.