Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap rencana Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) mendirikan RS tipe A, dan berharap RS tersebut dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada, sehingga tidak terjadi overpricing.
Budi menyebutkan di Jakarta, Kamis, bahwa rumah sakit ini direncanakan menjadi rumah sakit pendidikan (teaching hospital) serta Rumah Sakit Tipe A yang mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan tenaga kesehatan di Republik Indonesia sehingga pasien Indonesia tidak perlu lagi berobat ke Penang atau Singapura.
Senada, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyambut baik rencana tersebut, apalagi Universitas Nommensen telah memiliki Fakultas Kedokteran sehingga merupakan paket komplit.
"Hal ini diharapkan bisa lebih mendukung program kesehatan secara nasional dan merupakan sebuah langkah konkrit mengurangi ‘ketergantungan’ orang Indonesia untuk berobat ke negara tetangga," kata Benny.
Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon menemui Menteri Kesehatan untuk menyampaikan rencana mendirikan Nommensen International Hospital di Kota Medan.
"Mendukung program Pemerintah Republik Indonesia di bidang kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta penguatan pendidikan kedokteran, Yayasan Universitas HKBP Nommensen berencana mendirikan Nommensen International Hospital di Kota Medan," kata Effendi.





