Reaksi Dunia terhadap Kesepakatan AS-Iran: Ada China, Rusia, Prancis, Pakistan hingga Hizbullah
Hadiyya QurrataAyyuun June 18, 2026 09:11 PM

- Dunia bereaksi untuk kesepakatan yang ditandatangani Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Ada China, Rusia, Prancis, Pakistan, hingga Hizbullah.

Mengutip Al Jazeera pada (18/6), adapun nota kesepahaman secara elektronik antara kedua pemimpin baik Donald Trump maupun Masoud Pezeshkian telah berlaku sejak Rabu (17/6/2026) waktu setempat.

Rinciannya, Cina.

Kementerian Luar Negeri China menyambut positif penandatanganan kesepakatan sementara antara AS dan Iran.

Serta, mengaku berharap agar kedua belah pihak dapat bersikap rasional dan pragmatis dalam negosiasi selanjutnya.

Melalui konferensi pers, juru bicara Lin Jian menyampaikan harapan Beijing agar kedua belah pihak dapat berkomitmen penuh terhadap kesepakatan tersebut.

Juga menekankan pentingnya bagi kedua negara untuk menjalankan seluruh poin perjanjian yang telah disetujui.

Kemudian, Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya menyambut baik perjanjian gencatan senjata tersebut.

Lalu, Prancis.

Presiden Emmanuel Macron menyatakan bahwa perjanjian tersebut membuka jalan bagi perdamaian abadi dan memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Di mana, yang dinilai sebagai langkah penting ke arah yang benar karena akan segera menurunkan harga energi bagi warga negara mereka.

“Perjanjian ini membuka jalan bagi perdamaian abadi dan memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Ini adalah langkah penting ke arah yang benar bagi rekan-rekan sebangsa kita yang akan segera memungkinkan penurunan harga energi.”

Keempat, ada Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa memorandum tersebut menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam menyelesaikan konflik secara diplomatik.

Ia juga menambahkan harapannya agar nota kesepahaman itu dapat menjadi landasan yang kokoh.

Terkhusus, demi terciptanya pemahaman yang lebih besar, saling menghormati, dan kemakmuran bersama bagi seluruh kawasan.

“Memorandum tersebut telah ditandatangani oleh Presiden terhormat dari kedua negara dan juga didukung oleh saya sebagai mediator. Penandatanganan perjanjian ini di tingkat tertinggi pemerintah masing-masing menunjukkan komitmen kedua belah pihak terhadap penyelesaian konflik secara diplomatik.”

“Semoga Nota Kesepahaman ini menjadi landasan yang kokoh bagi pemahaman yang lebih besar, saling menghormati, dan kemakmuran bersama bagi seluruh kawasan,” tambahnya.

Terakhir, Hizbullah.

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem menyatakan bahwa batas tertinggi dalam negosiasi dengan musuh adalah keamanan bersama.

Menegaskan bahwa proposal apa pun yang mengarah pada perlucutan senjata tidak akan diterima.

Lantaran, hal itu dinilai sebagai taktik Israel untuk merebut segalanya sekaligus menghancurkan negara.

“Kami mengucapkan selamat kepada rakyat Iran, kepemimpinan, dan mereka yang mendukung kebebasan atas kemenangan besar ini, dan kami berterima kasih kepada Republik Islam karena telah menghubungkan front Lebanon – perlawanan, yang telah banyak berkorban – dan memaksa Israel untuk menghentikan agresinya,” kata Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Batas atas negosiasi dengan musuh Israel adalah keamanan bersama… dan proposal apa pun di bawah panji perlucutan senjata tidak akan lolos, karena ini adalah resep Israel untuk mengambil segalanya dan menghancurkan negara,” tambahnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.