TRIBUNJATENG.COM - Misteri menghilangnya Ayah sambung Bilqis Rajiansyah (11), korban perampokan dan pembunuhan di Sragen jadi babak baru.
Ia menghilang setelah pelaku pembunuhan anak sambungnya ditangkap polisi.
Ayah sambung korban juga sempat diperiksa sebagai saksi. Namun kala itu ia mengeluh sakit dan sempat dirawat.
Namun pada pagi harinya ia sudah tidak ada di ruang perawatan.
Baca juga: Terbayang Sadisnya Pembunuhan Bocah Bilqis di Sragen, Orangtua Masih Enggan Pulang ke Rumah
Baca juga: Suparman yang Bunuh Bocah Bilqis Sragen Ternyata Sudah Sebulan Survei Lokasi, Terancam Hukuman Mati
Ayah sambung korban menghilang saat pakaian pelaku yang dibuang ke Sungai Bengawan Solo ditemukan.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan hilangnya ayah sambung korban terjadi sekira Kamis (11/6/2026) subuh, tepatnya satu hari setelah penemuan titik pakaian pelaku S saat beraksi ditemukan di Sungai Bengawan Solo.
"Kami dapat kabar, ayah sambungnya tidak di rumah dan menghilang di tengah proses pemeriksaan. Kabar itu didapat dari polisi," kata Aris, Kamis (18/6/2026).
Aris mengatakan, awal mula ayah sambung korban menghilang setelah mengeluh sakit saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit dekat Polres Sragen.
Dia mengatakan, ayah sambung korban mengeluh sesak napas.
"Saat itu, ayah sambung korban dilarikan ke RSU Mardi Lestari, klinik kesehatan yang dekat dengan Mapolres Sragen, dan menjalani rawat inap," ucap dia.
Dia mengatakan, ayah sambung korban sempat menjalani rawat inap di sana.
Namun, keesokan harinya, tepatnya sekira pukul 04.00 WIB, ayah sambung korban menghilang dari tempat tidur pasien.
"Sempat menjalani rawat inap di sana, namun besok subuhnya saat hendak dicek, ayah sambung korban menghilang. Sampai sekarang, saat ibu korban menerima tamu istri Bupati Sragen, ayah sambung korban tidak terlihat," pungkas dia.
Trauma Berat
Trauma mendalam masih dirasakan keluarga Bilqis Rajiansyah (11), korban pembunuhan disertai perampokan di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Bahkan, orang tua korban disebut tidak akan lagi menempati rumah yang menjadi lokasi tragedi tersebut dan berencana menjualnya.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan ibu korban, Dewi Sri Lestari (34), hingga kini masih tinggal di rumah kakek-nenek Bilqis di Dukuh Prayunan, Desa Dawung, yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian.
"Saat ini ibu korban masih di rumah kakek nenek korban di Prayunan, tadi sempat ke sana hanya untuk mengambil pakaiannya," kata Aris, Kamis (18/6/2026).
Menurut Aris, Dewi belum sanggup kembali menempati rumah tersebut karena masih dihantui kenangan atas peristiwa yang merenggut nyawa putrinya. (*)
Tribun Solo