TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemandangan berbeda terlihat di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda pada Sabtu (13/6/2026).
Di saat sebagian besar masyarakat menikmati akhir pekan, puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Samarinda justru mengikuti perkuliahan tatap muka.
Yang menarik, sosok yang berdiri di depan kelas bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga kepala daerah. Dr. H. Andi Harun, Walikota Samarinda sekaligus Dosen Tetap Fakultas Hukum dan Politik Universitas Terbuka (UT), hadir langsung memberikan materi Mata Kuliah Hukum Internasional (HKUM4205).
Perkuliahan tersebut dijadwalkan pada hari Sabtu agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan publik yang berlangsung pada hari kerja.
Program ini diinisiasi oleh Ahmad Husaini, S.H., M.H., Kepala Salut Etam Betuah yang merupakan Sentra Layanan Universitas Terbuka resmi di Samarinda.
Baca juga: Demo GERAM di Jembatan Mahakam Samarinda Ricuh, Polisi dan Massa Adu Dorong
Menurutnya, banyak ASN yang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Terbuka mengalami kendala mengikuti Tutorial Tatap Muka (TTM) karena padatnya jadwal pekerjaan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Salut Etam Betuah berkoordinasi dengan BKPSDM Kota Samarinda guna menghadirkan kelas khusus yang lebih fleksibel.
Solusi yang diterapkan cukup sederhana, yakni memindahkan jadwal pembelajaran ke akhir pekan sehingga peserta tetap dapat menjalankan tugas pemerintahan tanpa terganggu aktivitas akademik.
Diskusi Hukum Internasional yang Dinamis
Perkuliahan berlangsung interaktif sejak awal. Andi Harun membuka sesi dengan pertanyaan yang memancing pemikiran kritis peserta mengenai relevansi hukum internasional di tengah perkembangan teknologi modern, termasuk penggunaan drone dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Baca juga: Aliansi GERAM Blokade Jembatan Mahakam Samarinda dengan Aksi Bakar Ban Bekas
Dari pertanyaan tersebut, diskusi berkembang ke berbagai isu strategis, mulai dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hukum Humaniter Internasional, hingga keterkaitannya dengan kebijakan pemerintahan daerah.
Suasana kelas yang semula formal berubah menjadi forum diskusi aktif. Bahkan, pembahasan masih berlanjut meskipun waktu yang dialokasikan telah berakhir.
Salut Etam Betuah Layani Mahasiswa Seluruh Indonesia
Salut Etam Betuah merupakan Sentra Layanan Universitas Terbuka yang berkantor di Samarinda sejak 2018. Lembaga ini melayani ribuan mahasiswa aktif dari berbagai daerah di Indonesia dengan sistem layanan yang dapat diakses secara daring.
Pada April 2026, lembaga tersebut dinyatakan lolos audit independen yang dilakukan oleh BDO, firma audit global. Audit tersebut mencakup evaluasi terhadap standar operasional, fasilitas, kompetensi personel hingga laporan keuangan lembaga.
Program Tutorial Tatap Muka khusus seperti yang dilaksanakan bagi ASN Samarinda juga terbuka untuk instansi pemerintah, BUMN maupun perusahaan swasta di berbagai wilayah Indonesia. Jadwal, lokasi pelaksanaan hingga dosen pengampu dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. (*)