SURYA.CO.ID, GRESIK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur II melaksanakan Program Inklusi Kesadaran Pajak di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kamis (18/6/2026).
Program ini dijalankan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 15 SMP Negeri di Kabupaten Sidoarjo.
Penandatanganan PKS yang berlangsung di Aula Mojopahit Kanwil DJP Jawa Timur II disaksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan itu diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi perpajakan kepada peserta didik melalui integrasi nilai-nilai kesadaran pajak ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Pajak merupakan keniscayaan dalam kehidupan bernegara. Melalui pajak, masyarakat bergotong royong membiayai kebutuhan negara secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kesadaran pajak perlu dibangun sejak usia sekolah agar tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Arridel Mindra, Kepala Kantor (Kakanwil DJP) Jawa Timur II dalam rilisnya, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Kanwil DJP Jatim II Gelar Business Development Services Tahun 2026, Perkuat UMKM Inklusif
Lebih lanjut Arridel Mindra menambahkan, program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan merupakan salah satu upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk menanamkan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat pajak kepada peserta didik sejak dini.
"Program ini dilaksanakan melalui pengintegrasian materi dan nilai-nilai kesadaran pajak ke dalam mata pelajaran maupun kegiatan pembelajaran yang relevan, sehingga dapat diajarkan secara terstruktur, sistematis dan berkesinambungan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Kakanwil Arridel Mindra menjelaskan, program tersebut juga bertujuan membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter, yang memahami pentingnya kontribusi kepada negara serta menjunjung nilai-nilai bela negara dan cinta tanah air.
Dalam acara tersebut Arridel Mindra juga mengajak para pendidik untuk menyisipkan cerita dan contoh sederhana mengenai manfaat pajak dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Harapannya, peserta didik dapat memahami bahwa pajak memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan.
"Melalui pendidikan, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki kesadaran pajak sehingga dapat mendukung peningkatan kepatuhan pajak secara kolaboratif di masa mendatang," pungkasnya.