Hutan Bambu Ini Tak Hanya Serap Karbon, Tapi Juga Menghidupi Ratusan Warga Bali
Dodi Hasanuddin June 19, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Upaya pelestarian hutan tidak selalu berbenturan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Di Bali, sebuah program pemberdayaan berbasis konservasi membuktikan bahwa perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Melalui Program Pesraman Agung yang dijalankan di kawasan Hutan Bambu Sandan, berbagai manfaat dirasakan masyarakat, mulai dari akses air bersih, dukungan irigasi pertanian, pengembangan usaha berbasis bambu, hingga penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Baca juga: Hutan Bambu Bekasi Jadi Tempat Wisata Menarik untuk Keluarga, Bisa Santai Sambil Menikmati Alam

Program yang dikembangkan oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali, PLTDG Pesanggaran tersebut mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi dalam satu pendekatan pemberdayaan yang melibatkan berbagai pihak.

Sebanyak 17 pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta terlibat dalam pelaksanaan program tersebut guna memperkuat pengelolaan kawasan hutan lindung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Gelar Riding Nusantara 2026, PLN UID Banten Sukseskan Touring Motor EV dari Cilegon Menuju Bali

Program Pesraman Agung adalah wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab.

“Kami percaya keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh untuk kehidupan nyata masyarakat," kata Bernadus.

Salah satu hasil yang paling dirasakan masyarakat adalah peningkatan akses terhadap sumber air.

Sebanyak 55 kepala keluarga kini memperoleh akses air bersih yang lebih memadai, sementara sistem irigasi yang dibangun mampu mengairi 86 petak lahan pertanian dengan luas mencapai sekitar 74 hektare.

Untuk mendukung keberlanjutan sistem tersebut, program ini memanfaatkan teknologi Hybrid Water Pump System dan pompa hidram yang dirancang agar mampu menjawab persoalan keterbatasan air yang selama ini dihadapi warga.

Baca juga: PLN IP Kampanyekan Gerakan Energi Bersih, Perilaku Kerja Jadi Kunci

Selain memberikan manfaat sosial dan ekonomi, program tersebut juga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Kawasan Hutan Bambu Sandan tercatat memiliki kemampuan menyerap karbon hingga 42.875,81 ton karbon dioksida (CO2).

Penguatan fungsi ekologis kawasan juga dilakukan melalui kegiatan penanaman dan pengayaan vegetasi dengan ratusan bibit bambu serta berbagai jenis pohon buah yang bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem hutan lindung.

Program tersebut turut menjangkau sektor pertanian dengan melibatkan lebih dari 253 petani dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas terkait adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, masyarakat juga didorong untuk mengembangkan sumber pendapatan alternatif melalui usaha kerajinan dan anyaman bambu, peternakan, serta wisata edukasi berbasis lingkungan.

Pendekatan ekonomi sirkular juga diterapkan dengan memanfaatkan material bekas perusahaan seperti palet kayu dan pellet hasil pengolahan sampah untuk mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat.

Di sisi lain, pelestarian budaya lokal tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Berbagai kegiatan pemberdayaan dirancang sejalan dengan nilai-nilai budaya Bali sekaligus mendorong lahirnya kader-kader penggerak lingkungan di tingkat masyarakat.

Baca juga: Pecah Rekor, PLN IP Bukukan Penjualan Listrik hingga 83 Ribu Gwh, Naik 3 Ribu Dibanding 2023 

Seiring perkembangannya, kawasan Hutan Bambu Sandan kini tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran. Hingga saat ini lebih dari 200 orang telah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi edukasi, penelitian, dan kegiatan konservasi lingkungan.

Keberhasilan program tersebut menjadikan Hutan Bambu Sandan sebagai salah satu contoh pengelolaan kawasan berbasis masyarakat yang menggabungkan aspek pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan sosial secara terpadu.

Melalui program tersebut, PLN Indonesia Power menyatakan terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.