Inggris dikenal sebagai salah satu tim nasional paling produktif dalam mencetak gol melalui situasi bola mati. Namun, apa yang membuat mereka begitu efektif dalam hal ini?
Pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Inggris langsung menunjukkan keunggulan mereka lewat dua gol dari situasi bola mati saat menghadapi Kroasia.
Penalti Harry Kane (yang berhasil pada percobaan kedua) serta sundulan keras dari situasi tendangan sudut menjadi bukti pentingnya latihan bola mati yang terencana dengan baik.
Seperti banyak tim di level klub maupun internasional, Inggris kini mendapat keuntungan besar dari kehadiran pelatih khusus bola mati.
Thomas Tuchel mempercayakan peran penting ini kepada asisten manajernya, Anthony Barry, yang bertanggung jawab mengawasi sebagian besar latihan bola mati bagi tim Tiga Singa.
Namun, Barry bukan satu-satunya sosok yang terlibat dalam aspek taktis tersebut. Tuchel juga mengundang Paul Quilter sebagai pelatih bola mati khusus untuk memperkuat staf pelatihnya.
Paul Quilter sebelumnya bekerja di Chelsea sebagai analis sejak tahun 2011 hingga 2025, dengan sempat menjalani masa singkat di Aldershot Town. Di klub inilah ia pertama kali bekerja sama dengan Tuchel dan membangun reputasi sebagai sosok yang dapat dipercaya untuk menangani tanggung jawab besar ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Tuchel kemudian mengajaknya bergabung di level internasional.
Ketika berbicara kepada The Times, Tuchel memberikan apresiasi atas kontribusi keduanya, dengan mengatakan: “Semua pujian untuk asisten pelatih dan pelatih bola mati kami.”
Dalam konferensi pers setelah mengumumkan skuadnya untuk turnamen tersebut, Tuchel menjelaskan bahwa latihan bola mati merupakan area yang mendapat perhatian khusus. Ia menegaskan: “Kami memiliki para spesialis untuk menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi. Kami selalu menegaskan bahwa kami ingin menjadi tim yang kuat dalam situasi bola mati, jadi kami memiliki pelatih khusus untuk itu.”