Tiga Singa kini semakin dekat untuk memastikan tempat di babak gugur Piala Dunia setelah memetik kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Grup L.
Pertandingan ini berjalan dalam dua babak yang sangat berbeda. Inggris dua kali unggul di paruh pertama, berkat penalti ulang yang dieksekusi oleh Harry Kane serta sundulan sang kapten beberapa saat sebelum jeda.
Namun setiap kali unggul, Kroasia berhasil menyamakan kedudukan. Pertama melalui tendangan keras Martin Baturina yang melesat ke sudut atas gawang, lalu lewat gol Petar Musa yang tetap disahkan setelah tinjauan VAR tepat di akhir babak pertama.
Babak kedua menjadi titik balik bagi pasukan Tiga Singa. Mereka kembali memimpin hanya dalam hitungan menit lewat gol Jude Bellingham, sebelum pemain pengganti Marcus Rashford memastikan kemenangan di menit-menit akhir.
Pelatih kepala Inggris, Thomas Tuchel, menyoroti perbedaan performa timnya setelah pertandingan. Ia mengatakan kepada ITV tentang pesannya di ruang ganti saat jeda: “Saya bilang, bahkan jika kita kalah, itu tidak akan mengubah pandangan saya terhadap 17 hari terakhir. Tapi mari kita lakukan dengan cara kita sendiri.”
“Kami terlalu fokus pada hasil, terlalu terpaku untuk mempertahankan sesuatu yang sebenarnya belum kami miliki. Gol kedua adalah contohnya — kami seolah bermain dengan tujuh bek, tapi tetap gagal bertahan. Jadi untuk apa menjadi tujuh bek?”
“Jika sesuatu terjadi dan hasil tidak berpihak pada kami, yang penting kami memainkan pertandingan ini dengan cara yang kami inginkan, seperti yang telah kami latih bersama selama 17 hari. Saya hanya berusaha memotivasi mereka untuk tampil berani.”
Kemenangan ini membawa Inggris memuncaki Grup L dengan keunggulan selisih gol atas Ghana — yang sebelumnya mengalahkan Panama di laga lainnya.
Mengingat format baru turnamen tahun ini yang diikuti 48 tim, di mana delapan tim peringkat ketiga terbaik juga akan lolos ke babak 32 besar, peluang Inggris tersingkir di fase grup tampak sangat kecil kecuali terjadi kejutan besar.
Skuad asuhan Tuchel akan kembali bermain pada Selasa depan melawan Ghana di Stadion Boston, di mana kemenangan bisa memastikan posisi teratas Grup L bahkan sebelum laga terakhir.
Sederhananya, jika Inggris menang atas Ghana, tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026 akan langsung didapat. Hasil imbang akan membuat penentuan akhir bergantung pada laga terakhir melawan Panama.
Kemenangan juga hampir pasti memastikan Inggris finis pertama di grup, yang berarti mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga dari Grup E, H, I, J, atau K di babak 32 besar.
Namun, semua skenario baru akan jelas setelah Kroasia menghadapi Panama pada dini hari Rabu waktu Inggris, karena kemenangan bagi salah satu tim tersebut akan menjaga persaingan di puncak klasemen tetap terbuka.