TRIBUNKALTENG.COM - Hasil akhir Ceko Vs Afrika Selatan, pertandingan hidup dan mati dua tim kalah di Grup A Piala Dunia 2026 berakhir imbang 1-1.
Pertandingan antara Republik Ceko Vs Afrika Selatan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, pukul 23.00 WIB, pada Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Jam Live TVRI Jadwal 18-19 Juni Piala Dunia 2026 Waktu Kalteng
Menit 6 skor 1 - 0. Gol! Michal Sadilek (Republik Ceko) menemukan ruang di dalam kotak penalti untuk menerima umpan dari Alexandr Sojka, lalu mengirim bola masuk ke tiang kanan.
Namun di babak dua giliran Afrika Selatan menekan. Membuahkan hasil pada menit 83 skor 1 - 1.
GOL! Itu tendangan penalti yang hebat dari Teboho Mokoena (Afrika Selatan) rendah ke sisi kiri gawang, membuat kiper Matej Kovar tidak punya kesempatan!
Imbas hasil itu berikut klasemen terbaru
Para pecinta sepak bola bakal kembali disuguhkan laga-laga panas dini hari nanti dalam lanjutan Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) besok WIB.
Yang dinantikan di antaranya adalah pertandingan antara Portugal Vs Kongo dan Inggris Vs Kroasia.
Komentator sepak bola di Kalimantan Tengah, Giben, memprediksi laga antara Portugal menghadapi Kongo akan berlangsung timpang jika dilihat dari kualitas skuad dan permainan kedua tim.
Giben menyebut, Portugal memiliki keunggulan besar dari sisi kualitas individu maupun permainan yang lebih terorganisir terutama dengan kehadiran Playmaker Manchester United, Bruno Fernandes.
Menurutnya, Tim berjuluk Selecao das Quinas berpeluang meraih kemenangan dengan skor meyakinkan atas Kongo.
“Kalau melihat kekuatan saat ini, Portugal dan Kongo ini ibarat bumi dan langit. Saya melihat Portugal bisa menang 4-0 sampai 5-0 atau lebih,” ujar Giben, Rabu (17/6/2026).
Ia menilai skuad Portugal saat ini telah memiliki pola permainan yang lebih menyatu dan atraktif di bawah pengaturan permainan dari Bruno Fernandes di lapangan.
Menurutnya, kekuatan Portugal tidak hanya terletak pada pemain bintang, tetapi juga organisasi tim yang dinilai lebih rapi dan efektif saat menyerang.
Dalam analisisnya, Giben juga menyoroti peran Cristiano Ronaldo. Ia menilai penyerang senior tersebut akan lebih efektif dimainkan sebagai pemain pengganti.
“Ronaldo menurut saya lebih baik jadi super sub, masuk babak kedua atau sekitar 20 menit sebelum pertandingan selesai untuk menambah semangat tim,” katanya.
Ia juga apabila peraih 5 Ballon D'or itu dimainkan sejak menit awal, fokus permainan Portugal berpotensi terlalu terpusat kepada sang kapten.
“Kalau Ronaldo main dari awal, kadang bola terlalu banyak diarahkan ke dia sehingga fokus permainan bisa pecah dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” tambahnya.
Meski demikian, Giben menegaskan Portugal tetap tidak boleh meremehkan Kongo.
Menurutnya, tim asal Afrika itu memiliki kekuatan fisik yang dapat memberikan perlawanan pada fase awal pertandingan.
“Kongo memang tidak banyak punya pemain kelas dunia, meski ada nama seperti Aaron Wan-Bissaka yang bermain di kompetisi Inggris. Mereka punya kekuatan fisik yang bisa mengimbangi permainan Portugal,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi psikologis pemain Inggris sempat mendapat gangguan menyusul absennya beberapa pemain penting dan persoalan di luar lapangan yang sempat menjadi sorotan.
“Inggris sempat mengalami sedikit goncangan pikiran karena ada pemain top yang tidak ikut, ditambah situasi di luar lapangan. Tapi saya melihat mereka cukup cepat memperbaiki mental,” katanya.
Meski hasil beberapa laga uji coba belum sepenuhnya meyakinkan, Giben menilai Inggris tetap memiliki kematangan dalam membangun permainan tim.
Di sisi lain, Kroasia dinilai masih bertumpu pada pengalaman pemain senior seperti Luka Modric dan Ivan Perisic.
Menurutnya, pengalaman menjadi modal penting Kroasia, namun ada celah pada sektor pertahanan yang berpotensi dimanfaatkan pemain-pemain cepat Inggris.
“Kroasia kemungkinan akan sedikit menumpuk pemain di belakang. Mereka ingin membuktikan masih bisa bertahan dengan baik, tapi bisa keteteran menghadapi kecepatan Inggris,” ujarnya.
Untuk prediksi skor, Giben mengunggulkan Inggris menang dengan skor 3-2 atau 2-0.
Namun ia menilai hasil berbeda bisa terjadi apabila kondisi mental pemain Inggris tidak stabil saat pertandingan berlangsung.
“Kalau mental Inggris amburadul, Kroasia bisa mencuri hasil dengan 1-0 atau berakhir imbang 1-1,” pungkasnya.
(Tribunkalteng)