TRIBUNNEWS.COM - Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah gagal membawa Portugal meraih kemenangan pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026.
Portugal secara mengejutkan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo dalam pertandingan yang digelar di Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Selain hasil yang mengecewakan, performa Ronaldo juga mendapat kritik pedas dari legenda Prancis sekaligus mantan striker Arsenal, Thierry Henry.
Henry menilai Ronaldo terlalu fokus mengejar gol pribadi hingga mengorbankan kepentingan tim.
"Tim yang harus mencetak gol. Bukan Anda," tegasnya, dikutip dari Give Me Sport, Jumat (19/6/2026).
Di sisi lain, hasil imbang tersebut juga bukanlah salah Ronaldo seorang saja.
Football Enthusiast, Gigih W sempat mengatakan bahwa syarat Portugal sukses di Piala Dunia 2026 adalah kemampuan pelatih Roberto Martinez dalam meredam ego para pemainnya.
"Salah satu tugas Roberto Martinez adalah, bagaimana dirinya bisa meredam ego Ronaldo," ucap Gigih W, dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Seperti saat Portugal berhasil juara Euro 2016. Saat itu, Ronaldo kan ditarik keluar juga sebelum pertandingan."
"Tapi, apakah Portugal bermain lebih baik tanpa Ronaldo kala itu? Menurut saya enggak."
"Kini tugas utama Ronaldo Martinez adalah menyatukan para pemain bintangnya. Masalahnya Martinez pernah tangani generasi emas Belgia dan gagal. Nah tantangannya di situ sebenarnya," ucap Gigih.
Baca juga: Buru Rekor di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Malah Dinilai Rugikan Portugal
Henry secara khusus menyoroti satu momen ketika Ronaldo justru menghalangi peluang emas yang dimiliki Bruno Fernandes.
Menurutnya, sebagai penyerang berpengalaman, Ronaldo seharusnya melakukan pergerakan yang membuka ruang bagi rekan setimnya, bukan malah mengambil jalur yang sama demi mendapatkan peluang mencetak gol.
"Satu hal yang penting, Tim yang harus mencetak gol, bukan kalian yang harus mencetak gol," kata Henry, dikutip dari ESPN.
Mantan penyerang Arsenal itu kemudian menjelaskan detail situasi yang membuatnya kecewa terhadap kapten Portugal tersebut.
"Cristiano Ronaldo sudah beberapa kali berada dalam situasi ini. Jika Anda melakukan pergerakan seperti itu, Anda memaksa bek lawan untuk mengambil keputusan masuk ke kotak enam yard," kata Henry.
"Namun karena dia ingin mencetak gol, dia malah menghalangi jalan Bruno Fernandes," lanjutnya.
Henry menilai jika Ronaldo bergerak ke area yang tepat, bek lawan akan mengikutinya sehingga ruang tembak Bruno Fernandes menjadi lebih terbuka.
"Jika dia masuk ke kotak enam yard, bek lawan pasti akan mengikutinya, dan Bruno Fernandes bisa mencetak gol dengan mudah. Tapi, karena dia ingin mencetak gol, dia malah menghalangi umpan balik," ucapnya.
"Itulah prinsip saya, tim yang harus mencetak gol, bukan Anda. Anda lihat reaksi Bruno Fernandes di belakang. 'Biarkan saja. Lakukan lari, ciptakan ruang agar saya bisa menyelesaikannya dengan mudah.' Itu tidak terjadi," lanjutnya.
Dalam tayangan ulang pertandingan, Bruno Fernandes memang terlihat frustrasi setelah Ronaldo berada di jalur tembaknya dan memilih melepaskan tembakan yang akhirnya melenceng dari sasaran.
Kegagalan mencetak gol juga semakin disorot karena terjadi setelah Lionel Messi membuka turnamen dengan hattrick untuk Argentina, sementara Kylian Mbappe mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal.
Baca juga: Perbedaan Striker Liga Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Quinones Lebih Efektif dari Ronaldo
Hasil imbang melawan RD Kongo membuat Portugal kehilangan kesempatan untuk langsung memimpin Grup K.
Kini Ronaldo dan kawan-kawan wajib meraih hasil maksimal pada laga berikutnya saat menghadapi Uzbekistan sebelum menantang Kolombia di pertandingan terakhir fase grup.
Dengan persaingan yang semakin ketat, Portugal membutuhkan kontribusi lebih besar dari Ronaldo jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)