TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang penataan besar-besaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki tahap yang lebih tegas.
Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola program dan polemik penghentian distribusi selama masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional resmi menutup akses pendirian dapur MBG baru di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah melakukan pengendalian penuh terhadap operasional program MBG, termasuk membatasi ekspansi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
Penutupan akses itu dilakukan bersamaan dengan penghentian sementara distribusi MBG selama masa libur sekolah 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Baca juga: Pengusaha MBG Tolak Surat BGN yang Setop Makan Gratis saat Libur Sekolah: Melanggar Perjanjian!
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa aplikasi Portal Mitra yang selama ini digunakan untuk pengajuan dan pendirian dapur MBG kini sudah tidak bisa lagi diakses.
“Ada beberapa aplikasi yang digunakan di BGN, ya, ada Portal Mitra. Kami sudah tutup. Jadi, Portal Mitranya kami tutup.
Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa mengakses untuk dapur baru,” ungkap Agustina saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Dengan ditutupnya portal tersebut, praktis tidak ada lagi pembukaan dapur MBG baru selama proses evaluasi dan penataan berlangsung.
BGN juga menjelaskan bahwa pengawasan terhadap operasional SPPG kini dilakukan melalui sistem digital otomatis.
Pengawasan itu termasuk diterapkan selama masa penghentian distribusi MBG saat libur sekolah selama 18 hari.
Dalam sistem tersebut, BGN tidak lagi mengirimkan dana operasional ke akun virtual milik SPPG yang tidak diizinkan beroperasi.
Menurut Agustina, mekanisme penghentian operasional dilakukan dengan cara sederhana namun efektif, yakni menghentikan pengiriman dana ke virtual account SPPG.
“Virtual account-nya tidak kami kirimi. Jadi, supaya memang tidak bisa operasional. Karena uangnya tidak kami top up. Nah, itu cara-cara kami,” ucap dia.
Dengan tidak adanya dana yang masuk ke akun virtual, dapur MBG otomatis tidak dapat menjalankan aktivitas distribusi makanan.
Baca juga: BGN Skakmat Pengusaha yang Protes MBG Disetop: Efisiensi Lebih Penting Dibanding Cuan Para Mitra!
Agustina menyebut sistem digital tersebut membuat pengawasan menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
BGN tidak perlu lagi melakukan inspeksi langsung ke lapangan untuk memastikan dapur berhenti beroperasi.
“Jadi, tidak perlu pengawasan kita harus datang, itu tidak perlu. Jadi, dengan kita tidak mengirimkan top up di dalam virtual account, itu otomatis SPPG tidak bisa beroperasi,” imbuh dia.
Langkah ini disebut menjadi bagian dari modernisasi pengawasan operasional program MBG di bawah kepemimpinan baru BGN.
Penghentian sementara program MBG selama masa libur sekolah sendiri telah diatur melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG pada periode hari libur.
Surat edaran tersebut menjadi dasar resmi penghentian distribusi makanan sekaligus penghentian insentif operasional kepada SPPG selama tidak menjalankan layanan.
Baca juga: MBG Dihentikan Mulai 22 Juni, Insentif SPPG Disetop Selama 3 Minggu, BGN: Lumayan Hemat Rp3 Triliun
BGN mengklaim kebijakan penghentian sementara MBG ini mampu menghasilkan efisiensi anggaran negara dalam jumlah besar.
Menurut Agustina, efisiensi insentif SPPG selama masa penghentian operasional mencapai lebih dari Rp 3 triliun.
“Maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp 3.004.560.000.000. Lumayan angkanya,” ucap dia.
Angka tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah tetap mempertahankan kebijakan penghentian sementara distribusi MBG.
BGN juga mengungkapkan bahwa pola distribusi lama seperti saat Ramadhan dan libur sekolah menggunakan sistem bundling kini sudah tidak lagi diterapkan.
Jika sebelumnya makanan tetap dibagikan dalam bentuk paket khusus saat libur, kini kebijakan tersebut dihentikan total.
Menurut Agustina, momentum libur sekolah kali ini dianggap sebagai waktu paling tepat untuk melakukan penataan ulang tata kelola MBG secara menyeluruh di bawah kepemimpinan baru BGN.
Langkah penutupan portal mitra hingga penghentian total operasional dapur MBG ini pun menjadi babak baru perjalanan program unggulan pemerintah tersebut, yang kini tengah berada dalam fase evaluasi besar-besaran di tengah sorotan publik dan polemik tata kelola.
***
(TribunTrends/Kompas)