Nasib Sopir Angkot Tua Kota Bogor, Penghapusan Bikin Makin Terjepit di Tengah Ekonomi Sulit
Vivi Febrianti June 19, 2026 08:02 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ukat (55) salah satu sopir angkot di Kota Bogor yang terancam kehilangan pekerjaan karena angkotnya terancam dihapus oleh Pemkot Bogor.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Bogor telah menetapkan aturan angkot tua di atas usia 20 tahun tak boleh mengaspal lagi.

Pihak Pemkot Bogor melakukan razia terhadap angkot-angkot Kota Bogor untuk menegakan aturan ini.

Ukat pun kini bingung jika mobil angkotnya yang merupakan produksi tahun 2004 tak boleh lagi mengaspal.

"Sopir-sopir dan pemiliknya kan kudu makan," kata Ukat kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (18/6/2026).

Sementara baginya sudah sulit jika harus mencari pekerjaan lain.

Di saat yang sama dia juga masih harus membiayai dua anaknya yang masih sekolah.

"Boro-boro kerja yang lain dengan keadaan usia udah segini kerja di pabrik udah susah diterima," kata Ukat.

Dia pun berharap ke Pemkot Bogor untuk memikirkan nasib para sopir angkot yang terancam angkotnya dihapus ini.

"Ya minta tolong sama pemerintah Kota Bogor, minta dibantu gitu gimana solusinya gitu. Yang penting mah buat kehidupan sehari-harinya gimana, ini harus dipikirkan buat perutnya aja," kata Ukat.

Ukat berharap setidaknya ada pekerjaan lain yang disiapkan pemerintah untuknya jika angkotnya nanti dihapus.

Terlebih dalam kabar rencana razia angkot ini, kondisi ekonomi juga dirasakan Ukat sedang cukup berat saat ini.

Seperti harga-harga pangan di pasar yang naik sehingga pengeluaran rumah tangga membengkak.

"Itu di warung juga pada naik gitu buat makan," kata Ukat.

Ukat juga menyebut bahwa penghapusan angkot tua di Kota Bogor juga dilakukan tak sekedar hanya melalui razia.

Tapi juga dengan penolakan pengurusan KIR untuk angkot-angkot yang dinilai tua.

Namun ketika KIR ditolak, Ukat mengaku masih bisa membayar pajak.

"Anehnya kalau pajak bisa bayar, tapi KIR gak bisa. Alasannya udah tua angkotnya katanya. Sekarang razia ditanyain KIR, kan udah gak bisa KIR," katanya.

"Yang penting pajak yang bisa dibayar aja, kalau ada razia berarti mentok-mentok udah, jadi ngomong itu dijawab. Kalau nanyain KIR, gak bisa KIR gimana?," imbuhnya.

Namun untuk sementara ini, Ukat mengaku tetap nekat mengaspal demi mendapatkan pemasukan.

Dia dan rekan-rekannya akui bahwa mereka juga terpaksa kucing-kucingan jika ada razia Dishub atau Pemkot Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, angkot yang dikemudikan Ukat masih melintasi jalanan Kota Bogor untuk mencari penumpang.

Terpantau dari kondisi angkotnya, juga terlihat angkot milik Ukat sudah termakan usia.

Namun karena kebutuhan dapur dan rumah tangga, dia tetap mencari penumpang begitu pun angkot-angkot lainnya yang kondisinya sama dengan angkot milik Ukat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.