SURYA.co.id – Nama advokat Muhammad Firdaus Oiwobo kembali menjadi sorotan publik setelah melaporkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, ke Polres Tangerang Selatan.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Firdaus resmi membuat laporan pada Senin (15/6/2026). Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/1867/VI/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.
Menurut Firdaus, langkah hukum tersebut diambil setelah dirinya melihat video yang beredar di media sosial yang berisi ajakan untuk menghentikan program MBG.
"Terlapor menghasut masyarakat untuk meninggalkan MBG, dan mengatakan SPPG adalah satuan penjilat Prabowo," ujar Firdaus Oiwobo saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (17/6/2026), diktuip SURYA.co.id dari Kompas.com.
Firdaus menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi kegiatan yang dilakukan oleh Tiyo Ardianto.
Ia mengetahui informasi tersebut dari video yang beredar luas di media sosial.
Saat dikonfirmasi, Firdaus mengatakan dirinya mengetahui video tersebut dari media sosial. Dengan beredarnya video tersebut, ia mengaku keberatan sehingga membuat laporan ke Polres Tangerang Selatan.
"Karena saya nontonnya dan membacanya di media sosial, pas di rumah saya sendiri, Serpong, Tangsel," kata dia.
Ia menegaskan bahwa dasar laporannya berasal dari konten video yang telah tersebar di ruang publik digital.
Setelah menonton video tersebut, Firdaus memutuskan membawa persoalan itu ke ranah hukum.
Firdaus menjelaskan, dirinya tidak menyaksikan langsung kegiatan yang dilakukan terlapor.
Ia hanya mengetahui adanya video yang beredar dan kemudian memutuskan membuat laporan ke polisi.
Baca juga: Profil Rahmat Djimbula, Jubir BEM Bersatu yang Soroti Mobil Mewah Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Menurut Firdaus, laporan yang diajukan telah diterima oleh Polres Tangerang Selatan dan saat ini memasuki tahap awal pemeriksaan.
"Senin pagi sudah mulai dipanggil untuk pemeriksaan pertama," imbuh dia.
Selain Firdaus, terdapat tiga orang saksi lain yang disebut akan dimintai keterangan oleh penyidik guna mendalami laporan tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan yang masuk terkait kasus tersebut.
Namun, prosesnya masih berada pada tahap penyelidikan.
"Kalau itu kita belum tahu secara detail ya, karena dari Satreskrim hanya membenarkan itu dulu," kata Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi.
Menurut Yudhi, penyidik masih melakukan kajian terhadap materi laporan sebelum menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
"Karena kan perlu dianalisa dulu dugaannya," kata dia.
Langkah Firdaus Oiwobo melaporkan mantan Ketua BEM UGM menunjukkan bagaimana perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis kini tidak hanya berlangsung di ruang publik dan media sosial, tetapi juga mulai masuk ke ranah hukum.
Kasus ini menarik perhatian karena laporan dibuat berdasarkan konten yang beredar di media sosial, bukan dari peristiwa yang disaksikan langsung oleh pelapor.
Di sisi lain, penyelidikan yang dilakukan kepolisian akan menjadi penentu apakah pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penghasutan atau masih berada dalam koridor kebebasan berpendapat.
Karena itu, proses pendalaman oleh penyidik menjadi tahap penting sebelum ada kesimpulan hukum lebih lanjut.
Mengutip Grid.id, nama lengkapnya adalah Muhammad Firdaus Oiwobo. Ia lahir pada 7 Juli 1976 dan menamatkan pendidikan SMA di Muhammadiyah 15.
Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Islam Syekh Yusuf (Ilmu Administrasi Negara) dan Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.
Selain berprofesi sebagai advokat di LAW FIRM M FIRDAUS OIWOBO SH & PARTNERS sejak 2018, Firdaus juga dikenal sebagai Owner Guideblack Pro serta vokalis band Vertical Blue.
Ia sebelumnya menjabat Ketua Umum Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) dan tercatat berasal dari Tangerang, Banten.
Riwayat aktivitas publiknya cukup panjang. Ia pernah menjadi Ketua Ormas Relawan Militan Prabowo dan turut mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.
Firdaus juga pernah melaporkan istri Andre Taulany terkait dugaan penghinaan terhadap Prabowo, serta melaporkan KPU dan Jokowi atas dugaan manipulasi data Pilpres 2019.
Namanya kembali mencuat ketika mengaku sebagai paman Nadya Arifta, klaim yang dibantah keluarga.
Ia juga sempat mengusulkan tes DNA untuk Gala Sky hingga menyebut Pesulap Merah sebagai dukun.
Firdaus sempat menjadi bahan perbincangan setelah video pernyataannya yang mengaku memiliki gunung hingga laut beredar luas di berbagai platform media sosial. Klaim tersebut memancing beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga sindiran dari warganet yang mempertanyakan maksud dan dasar pernyataannya. Potongan video itu kemudian menjadi materi meme dan konten parodi yang ramai diperbincangkan.
Nama Firdaus pernah menjadi sorotan nasional setelah terekam naik ke atas meja dalam sebuah persidangan yang videonya viral di internet. Tindakan tersebut dianggap tidak lazim dan memicu kritik dari sejumlah kalangan karena dinilai tidak mencerminkan etika persidangan. Insiden itu kemudian menjadi salah satu kontroversi yang paling melekat dengan sosoknya.
Firdaus beberapa kali menjadi pusat perhatian terkait polemik mengenai status profesinya sebagai advokat. Perdebatan ini muncul setelah sejumlah pihak mempertanyakan aspek administratif maupun etik yang berkaitan dengan aktivitas hukumnya. Kontroversi tersebut semakin ramai dibahas karena melibatkan organisasi advokat dan menjadi konsumsi publik melalui media sosial.