TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Sepasang wisatawan asal Sumatera Utara cekcok di kawasan Pelabuhan Buyuk, Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (17/6/2026).
Situasi ini membuat seorang wisatawan mengancam terjun ke laut.
Beruntung kejadian ini diketahui aparat kepolisian. Sehingga aksi nekat tersebut dapat dicegah dan sepasang wisatawan itu berhasil dimediasi di Polsek Nusa Penida.
Baca juga: Momentum Hari Galungan dan Kuningan, Tingkatkan Srada Bhakti Menuju Klungkung Mahottama
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan, peristiwa bermula dari kesalahpahaman antara sepasang wisatawan asal Sumatera Utara yang berencana kembali menyeberang ke Denpasar sekitar pukul 11.00 Wita.
Perdebatan terkait jadwal keberangkatan kapal semakin memanas hingga salah satu pihak merasa ditinggalkan dan emosi.
"Situasi kemudian berkembang ketika perempuan tersebut berlari ke ujung dermaga dan mengancam akan melompat ke laut," ujar
Ketut Kesuma Jaya, Kamis (18/6).
Baca juga: Seniman Klungkung Ciptakan Gamelan dari Sampah Plastik
Menerima informasi tersebut, personel Polsek Nusa Penida dipimpin Kepala SPKT Bripka I Wayan Darmawan segera mendatangi lokasi.
Ia melakukan pendekatan persuasif, mengevakuasi yang bersangkutan, serta membawanya ke Mapolsek Nusa Penida untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan situasi kembali kondusif.
Baca juga: Pendidikan Vokasi di Klungkung Bali Kian Diminati, SMK Jurusan Pariwisata Diserbu Pendaftar
"Kami berhasil mencegah terjadinya tindakan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," jelas Kesuma Jaya.
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya menyampaikan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perlindungan dan solusi terhadap setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu keselamatan jiwa maupun ketertiban umum.
“Syukur situasi dapat segera dikendalikan dan diselesaikan secara damai. Kami mengimbau masyarakat agar mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap permasalahan serta tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Kesuma Jaya. (*)