Inter Milan
·18 Juni 2026
Inter Milan dengan bangga mengumumkan perpanjangan kontrak pelatih kepala mereka, Cristian Chivu. Dengan kesepakatan baru ini, Chivu akan terus memimpin Nerazzurri hingga tahun 2028.
Kisah perjalanan Cristian Chivu bersama Inter memang istimewa — sebuah kisah yang dipenuhi dengan semangat, pengorbanan, dan momen-momen bersejarah. Hubungannya dengan klub telah terjalin lama, dan semakin kuat ketika ia resmi diangkat sebagai pelatih kepala Inter pada 9 Juni 2025.
Sejak saat itu, Chivu telah memimpin Inter dalam 58 pertandingan selama musim yang intens dan menantang, yang berakhir dengan hasil luar biasa. Di bawah arahannya, Inter meraih double bersejarah: Scudetto ke-21 klub dan Coppa Italia ke-10. Tim yang dibentuk oleh pelatih asal Rumania ini tampil luar biasa, dan Chivu pun dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025/26.
“Kebanggaan, loyalitas, dan gairah untuk Inter” — itulah kata-kata yang Chivu ucapkan ketika memulai periode ketiganya bersama Nerazzurri. Prinsip-prinsip tersebut menjadi pedoman dalam kesehariannya memimpin tim, membangun fondasi kesuksesan besar yang mereka raih. Nilai-nilai itu pula yang ia tanamkan kepada para pemainnya, yang menjadi inti dari tim istimewa ini. Chivu dikenal rendah hati, selalu memberi ruang bagi para pemainnya untuk menikmati momen kejayaan, seperti saat upacara Coppa Italia di Roma ketika ia menyerahkan panggung kepada para pemainnya, dan juga perayaan gelar Serie A di San Siro, ketika para pemainlah yang harus membujuknya agar mau mengangkat trofi bersama kapten Lautaro Martínez. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa tim benar-benar melihat Chivu sebagai pemimpin sejati mereka.
Chivu adalah pelatih yang mampu membaca setiap situasi dengan tepat, seorang pembimbing yang menanamkan nilai-nilai cinta terhadap Inter — tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas klub. Nilai-nilai inilah yang membuat tim tetap percaya diri, bangkit dari keterpurukan, dan terus berjuang menghadapi tantangan baru, baik di Liga Champions, Serie A, Coppa Italia, maupun Piala Super Italia.
Musim ini juga menjadi catatan bersejarah bagi pelatih asal Rumania tersebut. Chivu menjadi pelatih yang berhasil memenangkan Scudetto setelah sebelumnya menjuarai tiga gelar liga sebagai pemain, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya diraih oleh Armando Castellazzi pada musim 1937/38 setelah menjuarai liga sebagai gelandang pada musim 1929/30. Sementara itu, legenda Virgilio Fossati juga pernah memenangkan gelar sebagai pemain sekaligus pelatih pada kejuaraan pertama dalam sejarah Nerazzurri. Selain itu, Chivu menjadi pelatih kelima dalam sejarah Inter yang memenangkan Serie A di musim perdananya, mengikuti jejak Árpad Weisz (1929/30), Alfredo Foni (1952/53), Giovanni Invernizzi (1970/71), dan José Mourinho (2008/09).
Tak berhenti di situ, Chivu juga menjadi pelatih kedua yang mampu menjuarai Serie A bersama tim utama dan tim Primavera, setelah sebelumnya memenangkan gelar bersama skuad muda Inter pada tahun 2022. Sebelumnya, hanya Invernizzi yang mampu mencapai prestasi serupa, setelah meraih gelar Serie A tahun 1971 dan tiga trofi Primavera pada 1964, 1966, dan 1969. Dengan demikian, Chivu menjadi sosok pertama yang memenangkan Scudetto di ketiga fase kariernya bersama Nerazzurri — sebagai pemain, pelatih tim muda, dan pelatih utama. Ditambah keberhasilan menjuarai Coppa Italia, ia menjadi satu-satunya figur dalam sejarah Inter yang berhasil memenangkan kedua kompetisi tersebut dalam satu musim baik sebagai pemain maupun pelatih.
Rangkaian prestasi dan pencapaian luar biasa ini hanya mungkin diraih oleh seseorang yang benar-benar memahami arti cinta sejati terhadap Inter — nilai yang telah mewarnai seluruh musim ini dan akan terus menjadi pedoman bagi Cristian Chivu hingga tahun 2028.