- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan.
Keputusan itu diambil meski Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat menghadiri acara di Gush Etzion, Tepi Barat, pada Kamis (18/6).
Ia menegaskan pasukan Israel tidak akan meninggalkan Lebanon selatan, selama kebutuhan keamanan negaranya masih menuntut kehadiran militer di wilayah tersebut.
“Kami akan memulihkan keamanan dan kemakmuran bagi masyarakat di wilayah utara. Ini membutuhkan pemeliharaan zona keamanan di Lebanon selatan,” kata Netanyahu.
Netanyahu juga mengklaim Israel telah menghancurkan sebagian besar kekuatan rudal Hizbullah di Lebanon.
Israel juga terus melanjutkan operasi militer terhadap Hamas di Jalur Gaza.
Sikap Netanyahu itu muncul di tengah kesepakatan yang baru saja dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan tersebut dilaporkan mencakup penghentian pertempuran di berbagai front.
Termasuk Lebanon, serta langkah-langkah untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Meski demikian, militer Israel memastikan operasi di Lebanon selatan akan tetap berlanjut.
Israel bahkan menyatakan pasukannya akan terus ditempatkan di zona keamanan yang telah ditetapkan di wilayah Lebanon.
Di saat yang sama, media Lebanon melaporkan serangan Israel kembali terjadi di wilayah Kfar Tebnit, Lebanon selatan.
Serangan tersebut disebut menghantam sejumlah area di sekitar Nabatieh dan memicu ledakan yang terdengar di kawasan tersebut.
Militer Israel belum memberikan komentar terkait laporan serangan itu.
Namun, mereka mengonfirmasi telah meluncurkan rudal pencegat terhadap target udara mencurigakan yang terdeteksi di wilayah Lebanon selatan.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman