Ikut Kirab Malam Satu Suro di Solo, Prilly Latuconsina Akui Dapat Ketenangan dan Energi Baru
Tribun-video June 19, 2026 10:56 AM

– Pengalaman berharga saat mengikuti prosesi adat Kirab Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, rupanya sukses meninggalkan kesan spiritual yang mendalam bagi artis Prilly Latuconsina.

Prilly Latuconsina mengaku dirinya merasakan aura ketenangan yang tidak biasa pada batinnya, terutama setelah ikut berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer tanpa menggunakan alas kaki dalam suasana penuh keheningan.

Saat menceritakan kembali rangkaian tradisi budaya tersebut kepada awak media, wajah perempuan berusia 29 tahun itu tampak sangat sumringah dengan mata berbinar dan senyuman yang terus mengembang.

Apalagi, momen sakral yang berlangsung di Kota Solo tersebut merupakan pengalaman perdana dalam hidupnya untuk terlibat langsung di dalam acara kebudayaan besar seperti itu.

Pertemuan Prilly dengan awak media tersebut berlangsung saat dirinya tengah berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026).

Prilly blak-blakan mengaku bahwa awalnya ia memiliki bayangan atau ekspektasi yang berbeda mengenai jalannya prosesi kirab yang kerap ia tonton melalui cuplikan video di media sosial.

Ia mengira jalannya kirab akan diwarnai oleh iringan musik tradisional atau hiburan seni yang meriah di sepanjang rute perjalanan peserta kirab.

Namun kenyataannya, seluruh peserta kirab justru diwajibkan untuk menjaga keheningan total, tidak diperbolehkan ada yang berbicara satu sama lain, serta dilarang keras untuk memegang perangkat handphone sepanjang prosesi berlangsung.

Selama kurang lebih satu setengah jam berjalan bersama ratusan peserta lainnya dengan bertelanjang kaki di atas aspal, Prilly menganggap aktivitas melelahkan itu justru mirip seperti momen untuk melakukan meditasi.

Pikiran-pikiran berat yang mengganjal di kepalanya mendadak terasa lega berkat prosesi jalan kaki dalam diam sembari menunduk tersebut, hingga membuat kualitas tidurnya menjadi jauh lebih nyenyak setelah acara rampung.

Prilly sendiri mengaku tidak pernah mencoba aktivitas meditasi sebelumnya dan bukan merupakan penggemar olahraga olah ketenangan tubuh layaknya yoga.

Meski telapak kakinya sempat menghitam akibat berjalan di atas aspal jalanan kota, ia justru menganggap sensasi tersebut seperti mendapatkan terapi pijat refleksi alami secara gratis.

Seluruh prosesi sakral tersebut dirasanya berhasil membuat pasokan energinya kembali terisi penuh atau ke-recharge walau kondisi fisiknya sempat mengalami kelelahan pasca-berjalan jauh.

Lantaran sangat menyukai esensi dari acara kebudayaan tradisional, Prilly Latuconsina menegaskan tanpa ragu bahwa dirinya sangat bersedia untuk kembali hadir jika kembali mendapat undangan kirab di tahun depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.