TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Seorang pengendara sepeda motor ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Panasae, Desa Tonronge, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.
Korban bernama Rise (46).
Ia merupakan warga Dusun Panasae, Desa Tonronge.
Korban sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus tukang ojek.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Kamis (18/6/2026) malam.
Namun jasad korban baru ditemukan warga pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.
Korban ditemukan di dasar sungai, tepat di bawah jembatan.
Tubuhnya tertindih sepeda motor Suzuki yang dikendarainya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melintas seorang diri dari arah Desa Tonronge menuju Dusun Panasae.
Saat melintasi jembatan, korban diduga mengendarai sepeda motor tanpa menyalakan lampu.
Kondisi jalan yang menurun, licin, dan menikung tajam diduga membuat korban kehilangan kendali.
Sepeda motor kemudian terjun ke sungai yang dipenuhi bebatuan.
Warga setempat, Andi (42), mengaku terkejut mengetahui korban ditemukan meninggal dunia.
Menurutnya, korban dikenal baik dan sering mengojek di kampung.
"Jembatan itu memang rawan. Kalau malam sangat gelap karena minim penerangan dan belum ada pagar pembatas," ujarnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (19/6/2026).
Andi mengatakan keluarga sempat mencari korban karena tidak pulang ke rumah pada malam kejadian.
Keluarga awalnya mengira korban menginap di rumah kerabat.
"Semalam tidak pulang. Dikira menginap di rumah keluarga. Paginya baru diketahui ternyata jatuh ke sungai dan meninggal dunia," katanya.
Kapolsek Lappariaja, Iptu Muh. Suaib, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan polisi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka terbuka di kepala, di bawah mata kiri, dan di samping mata kiri.
Korban diduga meninggal dunia di lokasi akibat benturan keras.
"Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan penanganan awal sekaligus membantu proses evakuasi korban ke rumah duka. Kami turut berduka atas musibah ini," katanya.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Meski begitu, polisi tetap menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Dari hasil olah TKP juga diketahui jembatan tersebut belum memiliki pagar pembatas. Hal ini akan kami teruskan kepada instansi terkait sebagai bahan perhatian," ujarnya.
Polisi mengamankan satu unit sepeda motor Suzuki tanpa pelat nomor sebagai barang bukti.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat memastikan kondisi kendaraan sebelum berkendara, terutama saat malam hari.
Ia meminta pengendara memastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik dan selalu berhati-hati saat melintasi jalan yang menurun, licin, serta menikung.
"Pastikan kendaraan dalam kondisi layak, terutama lampu penerangan. Kami juga mengimbau pengendara lebih waspada saat melintas di ruas jalan yang rawan kecelakaan," tandasnya.