TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Semester 6 Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar pemutaran film dokumenter hasil karya mereka pada Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang F.7 tersebut menjadi ajang apresiasi sekaligus evaluasi terhadap karya-karya yang telah diproduksi selama satu semester perkuliahan.
Sebanyak enam film dokumenter ditayangkan dalam kegiatan tersebut.
Film-film karya mahasiswa tersebut mengangkat berbagai tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari tradisi lokal, kesenian daerah, wisata religi, hingga berbagai fenomena sosial budaya yang memiliki nilai historis dan edukatif.
Pemutaran film dokumenter ini merupakan produk akhir dari Mata Kuliah Studi Dokumen dan Pembuatan Film Sejarah yang diampu oleh Dosen SPI, Sidik Fauji.
Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori mengenai sumber sejarah dan dokumentasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi film dokumenter.
Mereka melakukan berbagai tahapan produksi secara mandiri, mulai dari riset lapangan, pengumpulan data, wawancara narasumber, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan video.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan industri kreatif.
Dalam sambutannya, Sidik Fauji menjelaskan bahwa pembuatan film dokumenter menjadi salah satu strategi pembelajaran yang mampu menjembatani kajian sejarah dengan perkembangan teknologi media saat ini.
Menurutnya, sejarah dan budaya tidak hanya dapat disampaikan melalui tulisan akademik, tetapi juga dapat dikemas dalam bentuk audiovisual yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
“Kegiatan ini diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, melakukan penelitian lapangan, serta menyajikan informasi sejarah dan budaya secara kreatif melalui media audiovisual,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa kemampuan mengolah informasi sejarah ke dalam bentuk visual menjadi keterampilan penting di era digital, terutama untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal.
Kegiatan pemutaran film ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk melihat hasil kerja mereka secara komprehensif sekaligus menerima masukan dari dosen dan teman sejawat.
Selain sebagai sarana pembelajaran, film-film dokumenter yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi media pelestarian sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang ada di masyarakat.
Dokumentasi dalam bentuk film dinilai mampu menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan media konvensional.
Melalui karya-karya tersebut, mahasiswa SPI UIN Saizu berupaya menghadirkan narasi sejarah yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendokumentasikan berbagai warisan budaya yang berpotensi terlupakan.
Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Saizu terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Penguasaan teknologi digital, produksi konten edukatif, dan kemampuan komunikasi publik menjadi bagian penting dari pembelajaran yang diterapkan di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan pemutaran film dokumenter ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mendalam mengenai sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang dapat menjadi bekal dalam dunia profesional maupun pengembangan publikasi sejarah di masa depan.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen UIN Saizu Purwokerto dalam menghadirkan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan kajian akademik dengan kreativitas dan teknologi digital. (***)