Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kabar penting bagi masyarakat di Tanah Papua. Seminar Nasional Sagu Papua 2026 dalam rangka COLO Sagu III siap menghentak Kota Jayapura, Sabtu (20/6/2026) besok.
Mengusung tema "Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi", perhelatan akbar ini bakal digelar di Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih (Uncen).
Acara ini dipastikan menarik perhatian banyak pihak karena menjadi ruang bersua bagi pemerintah, akademisi, tokoh adat, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil.
Mereka akan duduk bersama mengupas tuntas peran strategis sagu. Bukan lagi sekadar warisan budaya, melainkan sebagai sumber pangan lokal sekaligus motor penggerak ekonomi rakyat Papua.
Ketua Panitia Seminar Nasional Sagu Papua 2026, Apner Krei, S.Sos., M.Si., mengungkapkan agenda ini merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif.
Baca juga: Berangkat dari Dapur Kecil di Tanah Rantau, Astia Mulyawati Angkat Sagu Papua Jadi Camilan Modern
Masyarakat perlu diingatkan kembali betapa pentingnya menjaga dan mengembangkan sagu sebagai kekuatan utama Bumi Cenderawasih.
Menurut Apner, sagu tidak hanya memiliki nilai budaya dan ekologis yang tinggi, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan serta mendongkrak kesejahteraan warga.
"Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai pihak untuk merumuskan langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan sagu sekaligus mendorong pengembangannya sebagai sumber ekonomi masyarakat Papua," ujar Apner kepada TribunPapua.com.
Dihadiri Tokoh Penting Papua
Seminar yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 WIT, Sabtu, besok diperkirakan bakal disesaki oleh sekitar 150 peserta dari berbagai lini.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah tokoh penting di Papua dijadwalkan hadir dan langsung turun tangan sebagai pembicara utama (keynote speaker).
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, dijadwalkan membuka langsung kegiatan ini.
Orang nomor satu di Papua tersebut juga akan memaparkan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Papua terkait penguatan pangan lokal dan perlindungan ekosistem sagu.
Selain Gubernur, Rektor Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, juga akan naik panggung.
Ia bakal membedah bagaimana peran riset, inovasi, dan ilmu pengetahuan dapat menyokong pelestarian sagu sebagai komoditas unggulan.
Mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, pun tak ketinggalan. Ia akan mengulas tajam peran sagu sebagai identitas masyarakat, benteng ekologi, serta fondasi ekonomi kampung menuju Papua yang berdaulat pangan.
Untuk mempertajam pembahasan, seminar ini akan dipecah menjadi tiga sesi panel tematik yang menarik:
Apner menjelaskan, seluruh isi otak dan hasil diskusi dalam seminar ini tidak akan menguap begitu saja. Panitia bakal merumuskannya menjadi sebuah rekomendasi kebijakan atau Policy Brief.
Baca juga: Jayapura Tempo Dulu, Jurnalis Senior Papua Wolas Krenak Merawat Ingatan Kota Lewat Colo Sagu
Rekomendasi tertulis ini nantinya diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi Papua serta pemerintah kabupaten/kota sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan ke depan.
"Harapan kami, seminar ini menjadi titik temu untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga sagu sebagai identitas dan sumber kehidupan," pungkas Apner.
Sebagai penutup yang manis, acara ini juga akan diwarnai dengan penandatanganan Deklarasi "Kitorang Jaga Sagu, Sagu Kasi Hidup Kitorang".
Selain itu, Uncen dan Yayasan Colo Sagu Nusantara juga akan meneken Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama di bidang penelitian dan pelestarian komoditas hijau kebanggaan Papua ini. (*)