Industri Asuransi Jiwa Tunjukan Tren Positif, Tenaga Pemasar Didorong Tingkatkan Profesionalisme
Rr Dewi Kartika H June 19, 2026 01:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Industri asuransi jiwa mencatat tren pertumbuhan positif di tengah situasi ekonomi yang masih diwarnai ketidakpastian.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi dari kanal keagenan mencapai Rp14,29 triliun pada kuartal I 2026.

Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 1,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif AAJI Emira E. Oepangat mengatakan, fokus industri saat ini tidak hanya pada pertumbuhan jumlah tenaga pemasar, namun juga peningkatan kualitas dan profesionalisme agen asuransi.

"Stabilitas ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan jiwa, yang tidak lepas dari peran tenaga pemasar profesional dan beretika," kata Emira saat konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Ia menambahkan, kode etik tenaga pemasar yang telah diterbitkan AAJI perlu diterapkan secara konsisten oleh seluruh agen maupun perusahaan asuransi jiwa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah praktik-praktik yang tidak sesuai seperti poaching, twisting, mis-selling, maupun penyalahgunaan informasi dalam aktivitas pemasaran.

"Sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme, AAJI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi telah menerima SK Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menjalankan program sertifikasi," ungkap Amira.

Di sisi lain, pengembangan kapasitas tenaga pemasar juga akan menjadi salah satu fokus melalui pelaksanaan MDRT Day by MCC Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 di Jakarta.

Committee Chair MDRT Day by MCC Indonesia 2026, Lisa, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah "The Unshakable", yang menggambarkan ketangguhan agen asuransi dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Di dunia asuransi, kita adalah pelaut kehidupan. Kapal kita adalah komitmen, layar kita adalah mimpi, dan arah kita adalah perlindungan bagi setiap keluarga yang kita temui. Tugas kita bukan hanya menjual polis, tetapi menjadi cahaya di tengah badai kehidupan orang lain," ujar Lisa.

Sementara itu, MDRT Indonesia Country Chair 2025–2026, Mentari Winarni, menilai tenaga pemasar perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan menjalankan peran sebagai penasihat keuangan yang andal.

"Agen asuransi harus terus meningkatkan kapasitas diri sebagai penasihat keuangan yang andal dan dapat bersaing di pasar global,” ujar Mentari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.