Menhan Jepang Ungkap Prabowo Senang Menerima Miniatur Kapal Perang Mikasa
Eko Sutriyanto June 19, 2026 01:38 PM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menjelaskan alasan pemberian miniatur kapal perang Battleship Mikasa kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat kunjungannya ke Jakarta pada 12 Juni 2026.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers usai rapat kabinet pada Jumat (19/6/2026), menyusul munculnya kritik dari sejumlah pihak di Jepang yang menilai pemberian model kapal perang era Kekaisaran Jepang kepada Indonesia kurang tepat dari perspektif sejarah.

Salah satu kritik datang dari tokoh politik Jepang, Ichiro Ozawa, yang menulis di media sosial X bahwa pemberian miniatur kapal perang kepada negara yang pernah diduduki Jepang pada masa Perang Dunia II menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap sejarah.

Ia menyebut tindakan tersebut bukan sekadar masalah kurang selera.

Menanggapi kritik itu, Koizumi menegaskan bahwa pemilihan hadiah dilakukan dengan mempertimbangkan minat dan ketertarikan pihak penerima.

Baca juga: Mei 2026, Jumlah Wisatawan Indonesia ke Jepang Capai 56.800 Orang

Menurut Koizumi, Presiden Prabowo dalam buku yang ditulisnya berjudul Military Leadership menyebut Laksamana Heihachiro Togo sebagai salah satu tokoh militer dan pemimpin yang dikaguminya.

Prabowo juga disebut mengapresiasi kemampuan strategi Togo dalam memenangkan Battle of Tsushima, yang menjadikan Jepang sebagai negara Asia pertama yang mengalahkan kekuatan besar Eropa dalam peperangan modern.

Koizumi menjelaskan bahwa kapal perang Mikasa merupakan kapal komando yang digunakan Togo dalam Pertempuran Tsushima.

Kapal tersebut kini dilestarikan di Mikasa Park, Prefektur Kanagawa, dan diakui sebagai salah satu aset warisan budaya Jepang.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum hadiah diberikan, pemerintah Jepang terlebih dahulu berkonsultasi dengan pihak Indonesia dan memperoleh persetujuan.

Owner Tiara Flight Miniature, Deden Sopian (55) mengerjakan pembuatan miniatur pesawat terbang dari bahan baku resin di rumah produksinya, Jalan KH Usman Dhomiri, Desa Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (18/12/2024). Deden merintis usaha miniatur pesawat terbang sejak 2007 saat masih bekerja sebagai mekanik di maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines, dan mulai diseriuskan pada 2018 setelah berhenti kerja. Berbagai miniatur pesawat dibuat di rumah produksi ini, mulai dari jenis Sukhoi, Airbus, Boeing, pesawat tempur, hingga miniatur roket dan satelit. Produk kerajinannya banyak dipesan sejumlah instansi terkait penerbangan di dalam negeri dan pesanan perorangan dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Miniatur pesawat yang dibuatnya mulai ukuran 9 sentimeter hingga 1,5 meter dengan harga jual mulai Rp 150 ribu hingga Rp 20 juta per unit. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Owner Tiara Flight Miniature, Deden Sopian (55) mengerjakan pembuatan miniatur pesawat terbang dari bahan baku resin di rumah produksinya, Jalan KH Usman Dhomiri, Desa Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (18/12/2024). Deden merintis usaha miniatur pesawat terbang sejak 2007 saat masih bekerja sebagai mekanik di maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines, dan mulai diseriuskan pada 2018 setelah berhenti kerja.  (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

“Berdasarkan latar belakang tersebut, kami mengonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Indonesia dan setelah memperoleh persetujuan, miniatur Mikasa diberikan kepada Presiden Prabowo,” ujar Koizumi.

"Presiden Prabowo menerima hadiah tersebut dengan senang hati. Bahkan saat penyerahan berlangsung, hadir pula Wakil Menteri Pertanian Indonesia yang merupakan lulusan National Defense Academy of Japan," katanya.

Pejabat tersebut, kata dia pernah mengunjungi Mikasa Park dan mengenal sejarah kapal tersebut.

Koizumi juga menyoroti hubungan erat Prabowo dengan Jepang di bidang pendidikan pertahanan. 

Ia menyebut Presiden Indonesia merupakan tokoh yang mendorong pengiriman taruna Indonesia untuk belajar di Akademi Pertahanan Jepang. 

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bahkan mengundang sejumlah alumni Indonesia dari akademi tersebut ke kediaman pribadinya untuk bertemu dengan delegasi Jepang.

Baca juga: Tak Disangka, Lagu Sakanaction yang Dirilis 2012 di Jepang Bangkit Berkat Bocah Indonesia

Kontroversi mengenai hadiah Mikasa muncul karena sebagian kalangan mengaitkannya dengan sejarah pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II. 

Namun pemerintah Jepang menegaskan bahwa pemilihan hadiah didasarkan pada minat pribadi Presiden Prabowo terhadap sejarah militer dan kepemimpinan strategis, bukan sebagai simbol imperialisme masa lalu.

Kunjungan Koizumi ke Indonesia pada 12–13 Juni merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk pembahasan pertukaran informasi keamanan dan kemungkinan kerja sama peralatan pertahanan di masa depan.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.