TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 di Tarakan Kalimantan Utara dimajukan pada 4 Juli 2026. Biasanya kegiatan budaya yang dirayakan tiap tahun di Tarakan ini dilaksankan jelang akhir tahun.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan dan Wakil Ketua Panitia Iraw Tengkayu 2026, Zainuddin mengaku, Alasan Pemkot Tarakan pilih pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 pada Juli dikarenakan Juli itu waktu anak-anak liburan sekolah.
"Juli ini anak-anak liburan sekolah. dan memberikan kesempatan juga kepada kabupaten lain untuk bisa menghadiri kegiatan di sini," ucap Zainuddin, Jumat (19/6/2026).
Zainuddin mengatakan, selama ini, pelaksanaan berbagai festival budaya di kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara sering berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan.
Baca juga: Kemenpar RI Sebut Iraw Tengkayu Bisa Tembus Tiga Besar Program Unggulan, Promosi Harus Lebih Luas
"Karena pada masa lama ini kan selalu bersamaan pada Oktober. Sehingga kunjungan kita ke sana atau mereka ke sini itu bisa terhambat. Karena masing-masing kabupaten kota itu sibuk pada persiapan Iraw mereka," kata Zainuddin.
Dengan dipilihnya Juli saat anak-anak liburan sekolah, Pemkot Tarakan berharap dapat memperkuat hubungan antardaerah melalui saling kunjung pada agenda budaya masing-masing.
"Mungkin tahun ini kalau nanti ada di Malinau. Karena Malinau tahun ini masuk juga KEN (Kharisma Event Nusantara). Mungkin kita bisa ke sana sebagai undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut. Karena kita tidak terbebani dengan kesibukan menyelenggarakan Iraw Tengkayu," ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan pada pertengahan tahun juga dirangkaikan dengan agenda Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) yang menjadi bagian dari upaya menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Itulah beberapa alasan terkait dengan kenapa kita pindah ke bulan pertengahan tahun. Kemudian juga karena dirangkaikan dengan Pekan Kebudayaan Daerah. Dalam rangka juga menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," tuturnya.
Baca juga: 4 Tahun Iraw Tengkayu Tarakan Wakili Kaltara Masuk Kharisma Event Nusantara, Kemas Lebih Inovatif
Sementara itu, persiapan fisik dan nonfisik pelaksanaan Iraw Tengkayu Tarakan 2026 telah mencapai sekitar 50 persen.
"Kegiatan Iraw Tengkayu 2026 sudah berjalan 50 persen, kegiatan fisik 50 persen, kegiatan nonfisik juga sudah berjalan. Mulai kemarin sudah penataan lokasi, perbaikan yang perlu-perlu. Kemudian nanti Sabtu minggu depan ada kerja bakti massal, program dari Dinas Lingkungan Hidup di sana," ungkap Zainuddin.
Zainuddin mengatakan sejumlah tahapan persiapan telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu terakhir ini. Mulai dari penataan kawasan Pantai Amal sebagai pusat kegiatan Iraw Tengkayu 2026 hingga latihan tari yang akan mengisi rangkaian acara budaya.
"Latihan tari sudah dimulai sebulan yang lalu. Kemudian pendaftaran untuk pawai dan kendaraan hias dan mengarak padau sudah dibuka," ungkapnya.
Meski dilaksanakan dengan semangat efisiensi anggaran, Zainuddin memastikan esensi kegiatan budaya tetap dipertahankan. Sejumlah penyesuaian dilakukan, termasuk tidak mengalokasikan anggaran untuk mendatangkan artis dari luar daerah.
Jika nantinya ada hiburan artis, maka kemungkinan berasal dari dukungan pemerintah pusat atau sponsor. "Kalau artis pun itu dari kementerian. Tapi pemerintah itu ada persyaratannya. Kalau bisa bantuan itu digunakan semaksimal mungkin buat potensi di daerah. Tidak mendatangkan dari luar. Karena itu lebih bermanfaat buat pengembangan di daerah daripada harus mendatangkan dari luar," jelasnya.
Meski demikian, masyarakat tetap dapat menikmati hiburan rakyat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Terkait jadwal pelaksanaan Iraw Tengkayu dimulai pada 4 Juli 2026 dengan Padaw Tuju Dulung yang dibarengi lomba kendaraan hias, sepeda hias dan jalan kaki.
Acara prosesi penurunan Padaw Tuju Dulu dilakukan pukul 14.00 Wita. Usai penurunan, dilanjutkan malam harinya panggung hiburan rakyat. Kemudian pada 5 Juli 2026, berbagai pertunjukan pentas seni budaya akan digelar sejak pagi hingga menjelang acara puncak,
"Pekan Kebudayaan Daerah ini adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kabupaten kota dalam rangka mempromosikan atau memberdayakan budaya itu termasuk seni budaya dan kuliner dari masing-masing suku bangsa yang ada di Indonesia, khususnya Kota Tarakan," jelas Zainuddin. Rencananya rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah dijadwalkan pada Agustus mendatang.
(*)
Penulis: Andi Pausiah