Rusmadi Guru SDN 6 Mentok Pemain Alat Musik Tradisional Raih Prestasi Tingkat Nasional
Hendra June 19, 2026 02:24 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Alunan petikan suara dambus diselingi dengan ketukan dari alat musik berbahan kayu bikinan sendiri mengiringi video yang dibuat Rusmanadi.

Dalam video yang diunggah di media sosial instagram dengan akun @eyegre_artspace tersebut, guru dari SDN 6 Mentok, Bangka Barat itu berdongeng sambil sesekali melagukan cerita yang dibawa.

Mengenakan songkok resam dan baju batik, Rusmanadi tampak piawai memainkan dambus dan ketawak, alat musik dari kayu yang dibunyikan dengan cara dipukul.

Dirinya terampil mendongengkan sebuah kisah yang dia beri judul ‘Ketawak di Gunung Penyubung’. Bukan sekedar video berdongeng biasa, penampilan di video berdurasi kurang lebih 5 menit miliknya itu dibuat untuk keperluan mengikuti sebuah perlombaan tingkat Nasional.

Tak hanya sekedar berpartisipasi, Rusmanadi bahkan tepilih menjadi Pemenang 1 lomba Gala Cerita Rakyat Indonesia Kategori Orang Tua yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Kabar gembira itu datang belum lama, tepatnya pada awal bulan Juni 2026 lalu. Kini, Rusmanadi tinggal menunggu hadiah dan apresiasi dari penyelenggara.

Saat diwawancarai Bangkapos.com, Rusmanadi atau kerap disapa Pak Adi mengaku bahwa itu merupakan kesempatan dan pengalaman pertamanya mengikuti lomba bercerita atau berdongeng.

“Sebelumnya saya memang sering ngasih-ngasih saran dan masukan buat anak-anak didik yang ikut lomba dongeng di FLS3N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional-red). Tapi kalau sayanya sendiri, itu baru pertama ikut lomba,” kata dia, Jumat (19/6/2026).

Kendati demikian, bakat dan darah seni yang mengalir di tubuhnya tidak bisa dibohongi. Meskipun baru pertama ikut lomba berdongeng, dirinya langsung menyabet peringkat pertama.

Hal itu tidak terlepas dan hobi dan minatnya dalam berkesenian. Pria berumur 55 tahun ini sejak dulu sudah berkecimpung dalam segala sesuatu yang banyak berhubungan dengan kesenian.

Bahkan kata dia, dirinya saat ini juga bisa dikatakan sebagai pengrajin alat-alat musik tradisional seperti dambus, gendang dan bahkan mampu membuat suling dari tempurung kelapa.

Tak sekedar membuat alat musik, Pak Adi juga terampil memainkan berbagai alat musik tradisional tersebut.

Bakatnya itu pun tidak dia biarkan percuma, sebelum menjadi guru berstatus PPPK Penuh Waktu di SDN 6 Mentok sejak 2024 silam, sebelumnya Pak Adi adalah seorang guru honorer di SMPN 1 Mentok yang mengajar seni dan budaya.

“Sebelum ngajar itu, saya sebelumnya suka bikin kerajinan kayak gantungan kunci dan aksesoris lain. Terus diajak dan diminta bantu-bantu mengajar seni,” ungkapnya.

Kendati demikian, pria asal Malang, Jawa Timur itu mengaku bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang kesenian. Semangat berkesenian itu dia dapat sewaktu muda ketika sering berbaur dengan musisi dan seniman jalanan.

Seiring berjalannya waktu, selain mengajar, Rusmanadi juga terus belajar secara mandiri dan otodidak untuk mengasah keterampilan seninya. 

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, dirinya beberapa kali membimbing anak didiknya untuk mengikuti berbagai perlombaan di tingkat nasional dan mengaransemen lagu-lagu tradisional.

Di sela-sela aktivitas mengajar sebagai guru seni budaya di SMPN 1 Mentok tersebut, Rusmanadi sempat berkuliah di Universitas Terbuka Pangkalpinang. Dia mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan telah menyelesaikan gelar S.Pd.

“Saya sebenarnya mau mengambil kuliah seni, cuma waktu itu belum ada jurusannya. Terus saya diangkat jadi PPPK Penuh Waktu tahun 2024 lalu, dan sekarang saya jadi guru kelas di SDN 6 Mentok,” ujarnya.

Kendati tidak lagi mengajarkan seni budaya dalam mata pelajaran resmi di SMP dan telah menjadi guru kelas di SD, Rusmanadi tidak meninggalkan jiwa keseniannya tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, dirinya kerap membimbing siswa-siswi SD untuk membuat kerajinan dan mengikuti berbagai lomba yang berhubungan dengan seni budaya.

Tak hanya di sekolah, di kediaman pribadinya pun sampai sekarang tidak pernah sepi dikunjungi oleh anak-anak yang tertarik belajar bermain alat musik tradisional, membuat kerjanian dan aktivitas seni lainnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.