Rektor UMP Purwokerto Raih Penghargaan Akademisi Peduli Jamu dari PPJAI
abduh imanulhaq June 19, 2026 03:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Jebul Suroso, menerima penghargaan Akademisi Peduli Jamu dari Perkumpulan Pelaku Jamu Indonesia (PPJAI) dalam rangkaian kegiatan Pentahelix Jamu 2026 dan peringatan Hari Jamu Nasional ke-18 yang digelar di UMP, Kamis (18/6/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kepedulian Prof. Jebul Suroso dalam mendukung pengembangan industri jamu, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) jamu di Indonesia.

Ketua Umum PPJAI, Apt. Heri Susanto, S.Farm. mengatakan, penghargaan tersebut diberikan karena Prof. Jebul dinilai memiliki komitmen dan perhatian besar terhadap pengembangan jamu melalui peran akademisi.

Baca juga: 4 Tim UMP Purwokerto Lolos Pendanaan PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi Mahasiswa

20260619 Acara pentahelix jamu di UMP Purwokerto
HARI JAMU - Kegiatan Pentahelix Jamu 2026 dan peringatan Hari Jamu Nasional ke-18 yang digelar di UMP, Kamis (18/6/2026). 

Menurutnya, selama ini Prof. Jebul aktif menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan para pelaku jamu melalui berbagai kegiatan yang melibatkan dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

"Beliau cukup concern dan peduli terhadap UMKM jamu. Kami sering berkoordinasi dan berdiskusi dalam berbagai kegiatan di kampus ini. Kami merasakan beliau memiliki kepedulian lebih sebagai akademisi untuk mendorong kemajuan para pelaku jamu, khususnya UMKM jamu," ujar Heri.

Ia menjelaskan, penghargaan Akademisi Peduli Jamu menjadi salah satu bentuk apresiasi yang diberikan PPJAI kepada tokoh dan pelaku yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem jamu nasional.

"Tahun ini kami menyelenggarakan kegiatan Pentahelix yang sekaligus menjadi peringatan Hari Jamu Nasional ke-18. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kami memberikan penghargaan kepada para pelaku jamu dari berbagai kategori, termasuk akademisi yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan jamu nasional," katanya.

Baca juga: 5 Tim Mahasiswa UMP Purwokerto Raih Hibah Kemendiktisaintek, Buktikan Inovasi Wirausaha Mahasiswa

Selain penghargaan kepada akademisi, PPJAI juga memberikan apresiasi kepada petani jamu, pelaku usaha jamu, hingga pelestari jamu tradisional yang dinilai berperan dalam menjaga keberlanjutan industri jamu Indonesia.

Hari Jamu Nasional

Sementara itu, Wakil Rektor I UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., yang mewakili Rektor UMP menyampaikan, terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Prof. Jebul Suroso sekaligus apresiasi kepada PPJAI yang telah mempercayakan UMP sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pentahelix Jamu 2026 dan Hari Jamu Nasional ke-18.

Saefurrohman menyampaikan salam dari Prof. Jebul Suroso yang berhalangan hadir. 

"Pak Rektor menitipkan salam hangat kepada seluruh peserta dan ucapan terima kasih karena telah menjadikan UMP sebagai tuan rumah Pentahelix 2026 sekaligus peringatan Hari Jamu Nasional ke-18," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai salah satu unsur pentahelix dalam mendorong kemajuan industri jamu melalui riset dan inovasi.

Menurutnya, UMP memiliki berbagai program unggulan yang mendukung pengembangan herbal, melalui Fakultaa Kedokteran dan Fakultas Farmasi.

"Kami memiliki Fakultas Kedokteran dengan keunggulan Kedokteran Herbal. Kami juga memiliki Kebun Herbal di Desa Karangsari yang menjadi pusat praktik mahasiswa dalam mengembangkan dan mengolah tanaman herbal. Selain itu, Fakultas Farmasi terus menghasilkan berbagai inovasi produk herbal yang dapat dimanfaatkan masyarakat," jelasnya.

Saefurrohman berharap kolaborasi antara akademisi, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media dapat terus diperkuat guna mempercepat pengembangan industri jamu Indonesia.

"Kami sangat membutuhkan dukungan dari PPJAI dalam mendukung riset-riset di perguruan tinggi. Kami membuka peluang kerja sama untuk melakukan penelitian bersama sehingga industri jamu tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional," katanya.

Melalui sinergi seluruh unsur pentahelix, ia optimistis industri jamu Indonesia, termasuk produk-produk herbal dari Banyumas, dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing di tingkat global. (*/iny/chy)

Baca juga: 4 Dosen Farmasi UMP Purwokerto Ikuti Simposium Internasional di Beijing

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.